HALSEL – Kabid perdagangan Dinas Perindustrian dan Peradangan (Disperindag) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Nurdin Abdan. Diduga telah melakukan ancaman kepada pasangan suami istri Suriadi dan Asri wanti. Keduanya adalah penjual makanan di pasar Ruko Labuha (pasar bongkar)
Kejadian ini bermula sejak sore. Selasa, (04/01). Nurdin yang diketahui masih berpakaian dinas lengkap (pdh) itu tiba-tiba mendatangi warung milik Asri wanti dan seketika memarahinya dengan nada ancaman bahkan dengan kata-kata yang tidak pantas
Hal tersebut sontak mengundang perhatian para pengunjung warung yang sedang makan
“Saya berikan waktu satu minggu Ibu harus keluar dari sini, kalau tidak saya bawa Satpol PP untuk segel ruko” ucap Asri sapaan akrab ibu Asri wanti meniru ancaman Kabid terhadap dirinya.
Alih-alih meminta dikosongkan, Kabid Nurdin ternyata punya niatan lain. Ia (Nurdin) diduga ingin Asri angkat kaki dari bangunan tersebut supaya ruko tempat usaha itu dapat diserahkan ke saudara Amin
Seperti diketahui, Amin merupakan seorang pengusaha mentereng di Labuha. Ia juga dikabarkan mempunyai sejumlah usaha yang dijalankannya sendiri, salah satunya ialah warung makan padang yang berlokasi di desa Tomori kecamatan Bacan
Kepada media ini Asri bilang motif pengusiran yang bersifat paksaan itu dilakukan karena dia (Nurdin) punya rencana lain bahkan diakuinya sikap tersebut tak mendasar dan terkesan mengada-ngada.
“Saya tanya ke pak Kabid, kesalahan saya apa, padahal kontrak ruko, lampu dan air saya bayar. Bahkan isi dalam ruko ini saya punya semua,” ucapnya membalas ancaman Nurdin.
Sayangnya penjelasan dari ibu tiga anak tersebut tak digubris, bahkan dengan alasan yang sama Nurdin tetap ngotot supaya Asri segera mengosongkan bangunan yang kabarnya sudah ditempati selama tiga tahun oleh Asri bersama keluarga
Ancaman serta teror diakui Asri bukan baru kali ini, ia mengaku sering didatangi oknum pegawai Disperindag yang datang terus-menerus
“Ini bukan kali pertama saya mendapat perlakuan serupa dari orang dinas, bahkan pegawai yang sering datang kemari beda-beda terus orangya” ungkapnya
Ia pun berharap sembari meminta belas kasih kepada pemda Halmahera Selatan yakni Bupati Usman Sidik, karena ruko yang letaknya tak jauh dari Bank BNI tersebut telah menjadi tempat tinggal sekaligus tempat mengais rejeki bersama keluarga kecilnya.
“Kalau kami diusir mau pindah di mana lagi, kami punya 3 anak yang masih kecil, kami hidup di ruko ini sambil jualan,” ucapnya dengan meneteskan air mata.
Sementara itu PLT Kadis Disperindag Halsel, Amar Thaib ketika dihubungi membenarkan perihal tersebut, dirinya berjanji bakal meluruskan masalah yang telah menyeret nama baik Dinas yang tengah dipimpinnya itu
“Setelah Saya mendengar keterangan dari Asri wanti pedagang yang menempati Ruko itu, saya akan bicarakan dengan Kabid perdagangan untuk mempertimbangkan dan merujuk pada ketentuan yang sebenarnya” singkat Amir. (Red/Ipl)












