JAKARTA – Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara Hasan Ali Bassam Kasuba meghadiri undangan Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian Kementrian Pertanian.
Kehadiran orang nomor satu Halsel di acara National Inception Workshop mewakili Maluku Utara sebagai narasumber.
Worksop tersebut dalam rangkah sosialisasi, kordinasi, sinergi untuk memperoleh masukan serta dukungan dari berbagai pemangku kepentingan.
Proyek GEF ke 7 sendiri berfokus pada komoditas padi, talas, ubi, cengkeh dan pala di tiga provinsi yakni Jawa Tengah, Kalimantan Tengah dan Maluku Utara.
“Tentu ini menjadi kesempatan kami pemerintah daerah Halsel untuk hadir dalam diskusi Inception Workshop. Egenda GEF 7 ini kita banyak memberikan hal-hal positif terhadap perkembangan pertanian di Halsel,” kata Bassam kepada mimbartimurcom usai menghadiri worksop di Hotel Swiss Bell-In Bogor jalan Padjajaran Indah V, Baranangsiang, Bogor pada Selasa, (0/08).
Bassam menjelaskan Halsel memiliki 30 Kecematan 249 Desa memiliki luas wilayah 40 kilo meter persegi yang kemudian secara kawasan lebih basar laut.
“Halsel memiliki 78 persen laut dan 22 daratan sehingga ini menjadi salah satu tantangan yang luar biasa dalam menjalankan program-program di daerah khususnya pertanian,” papar Bassam.
Menurutnya, strategi pemerintah daerah dalam pengambangan perkebunan melalui program dan kegiatan pada kurun waktu tiga tahun terahkir ini ada tiga program yang telah dijalankan.
“Pengadaan bibit tanam pala dan cengke dari tahun 2021 sampai sekarang sebanyak 167.475 yang diberikan kepada 87 kelompok, Pengandalian Organisme Penggangu Tanaman obat-obatan sebanyak 1.600 botol dan penyedia sarana perkebunan jalan produksi dan jalan tani 62 kelompok,” akunya.
Lanjutnya, Bassam menyampaikan bahwa Halsel juga dikenal dengan kawasan industri pengolahan nickel yang letak di Pulau Obi dan manjadi tantangan pemerintah daerah. Dirinya mengatakan sebelumnya pendapatan pertumbuhan ekonomi masyarakat adalah hasil pertanian kini beralih ke industri.
“Harapan besar kami dengan mengikuti projek ini mudah-mudahan pemerintah pusat bisa melihat program unggulan pertanian dan perkebunan yang ada di halmahera selatan agar bisa menghadirkan industri pengelohan di Halsel,” tandasnya.(red)












