LABUHA – Bupati Halmahera Selatan Hi Usman Sidik tiba-tiba hadir saat rapat yang baru berlangsung kurang lebih 15 menit sejak dibuka oleh stering comite (SC) Musyawarah II IKB Makayoa yang berlangsung di Aula kantor Bupati. Rabu, (29/09) pukul 15:30 WIT.
Bupati yang diketahui datang lewat pintu belakang kantor Aula tersebut langsung mengambil mik dan kemudian berbicara dengan nada tinggi.
“Ini Musyawarah IKB Makayoa, artinya musyawarah kekeluargaan. Kenapa harus ada aksi-aksi yang tidak dewasa semacam itu” ujar Bupati dihadapan peserta musyawarah.
Kehadiran Bupati Usman itu berhasil melerai aksi saling tunjung antara Irham Hanafi Kepala Desa Marabose Kecamatan Bacan dengan Samsir Hamajen yang memicu terjadinya skorsing sidang.
Pantauan segmen.co.id menyebutkan, aksi yang berujung saling dorong dan cekcok itu terjadi setelah pihak SC menyampaikan poin tata tertib tentang teknis melakukan pemilihan.
Ditengah penyampaian poin mekanisme itu kemudian langsung di potong oleh saudara Irham Hanafi yang sedari awal tidak sependapat atas poin dimaksud.
Irham tidak sependapat jika pemilihan ketua IKB Makayoa harus melalui mekanisme coblos sebagaimana menurut dia sama halnya dengan pemilihan umum.
“Mekanisme yang dibacakan Stering comite tadi, apa yang disampaikan dalam poin tersebut saya pikir keliru jika harus dengan cara mencoblos, itu sama halnya dengan pemilu, sementara ini kan organisasi paguyuban seharusnya menggunakan metode tulis nama saja,” ucap Iron sapaan akrab Kades Marabose itu.
Hingga berita ini ditayangkan, aksi brutal kembali terjadi setelah skorsing sidang dicabut
Terlihat aksi saling lempar kursi dan satu diantara peserta musyawarah mengalami luka di kepala. (Ipl)












