Demo Organda dan Masyarakat Obi, Minta Bupati Pecat Kepala PDAM Serta Evaluasi APMS

Sabtu, 3 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peringati Hari Kelahiran Pancasila, Organda melakukan aksi demo di depan kantor PDAM Obi, (foto, Organda)

OBI – Tanggal 1 Juni tahun ini memiliki makna yang tidak terlupakan bagi masyarakat Indonesia, karena pada tanggal tersebut diperingati sebagai kelahiran Pancasila pada tahun 1945.

Dalam rangkaian peringatan yang sakral ini, Organda Dumptruk Kecamatan Obi bersama masyarakat Obi melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Obi serta memboikot kantor tersebut.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap beberapa masalah yang terjadi dan dianggap diabaikan oleh Pemerintah daerah terkait PDAM Kecamatan Obi.

Kepala PDAM Kecamatan Obi, Ruslan Hi Sadik. didemo oleh Organda dan masyarakat setempat karena dinilai gagal memberikan pelayanan yang memadai kepada masyarakat.

Antusias masyarakat saat demo berlangsung di depan kantor PDAM Obi. (Foto, Organda)

Salah satu permasalahan yang disoroti adalah kualitas pelayanan air yang buruk, sering terjadi pemadaman air, namun biaya pemasangan dan pembayaran rekening air semakin meningkat.

Baca Juga :  Satgas TMMD 112 kodim Labuha kompak bangun drainase di desa Indari

Lebih lanjut, kepala PDAM disorot karena diduga menerapkan pembayaran rekening tanpa mempertimbangkan pengukuran meteran air, melainkan hanya berdasarkan rekening yang dibayarkan pada tahun sebelumnya.

Atas nama Organda dan masyarakat Obi, tuntutan keras dilayangkan kepada PDAM Kecamatan Obi untuk segera mencopot kepala PDAM dan mengembalikan dua orang teknisi yang telah dipindahkan tanpa alasan yang jelas.

Selain itu, di momen yang bersejarah ini, masyarakat Obi juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap implementasi Sila Kelima Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Masyarakat Obi mengeluhkan ketidakadilan dalam beberapa hal, termasuk harga bahan bakar minyak (BBM) yang melambung tinggi,” ucap Kordinator aksi, Darwan Abdul Hasan melalui keterangan persnya. Kamis, 1 Juni 2023.

Baca Juga :  Sambut HUT RI ke 78, Babinsa Sertu Yonias Loleo Latih Paskibra Tingkat Kecamatan Bacan Timur Tengah

Disebutkan, Harga BBM di Obi saat ini mencapai Rp 18.000 untuk jenis Pertalite dan Pertamax, sedangkan solar mencapai Rp 14.000 hingga Rp 15.000 per liter.

Organda dan masyarakat menduga bahwa APMS (Agen Premium Minyak Solar) Kecamatan Obi melakukan penimbunan BBM, karena saat ini masyarakat Obi membeli BBM dari sumber yang tidak resmi.

Lebih lanjut, Organda dan masyarakat menganggap perlu adanya evaluasi terhadap pimpinan APMS Kecamatan Obi oleh pemerintah daerah.

Selain itu, mereka juga menyampaikan mosi tidak percaya terhadap pemerintah provinsi dan pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, karena dianggap belum ada progres dalam pembangunan infrastruktur jalan di Obi, meskipun daerah ini dikenal sebagai kawasan industri.

Anggaran sebesar Rp 27 miliar yang dialokasikan oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara seharusnya sudah digunakan pada tahun sebelumnya, namun hingga saat ini belum terlihat kemajuan yang signifikan.

Baca Juga :  Proyek Jalan Sirtu Busua Pasir Putih Terancam

“Organda dan masyarakat Obi mendesak Bupati Usman Sidik, sebagai kepala pemerintahan Kabupaten Halmahera Selatan, untuk segera mencopot kepala PDAM Obi dan mengembalikan dua orang teknisi yang dipindahkan tanpa alasan jelas,” tegas Darwan

Massa juga meminta agar pihak APMS Kecamatan Obi dipanggil dan segera dievaluasi terkait pembagian BBM dan subsidi yang dianggap tidak tepat sasaran.

Dengan aksi demonstrasi dan tuntutan ini, Organda dan masyarakat Obi berharap agar permasalahan yang dihadapi dapat segera ditangani oleh pemerintah, untuk memastikan pelayanan publik yang lebih baik dan implementasi Pancasila yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Berita Terkait

ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur
Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi
40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026
Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN
Terseret Kasus Jual Tanah Topsoil Polres Halsel Periksa Kades Hidayat
Uji Komitmen Kapolres Halsel Tutup Tambang Ilegal di Kali Raim Liaro
Fajri Ahmad Anak Buah Sherly di Halsel Jadi Tukang Jual Tanah Topsoil Ilegal
Tak Kantongi Izin DLH Halsel Akui Pengambilan Tanah Topsoil di Hidayat Ilegal
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:32 WIB

ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:42 WIB

Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:29 WIB

40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:20 WIB

Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN

Rabu, 29 Juli 2026 - 05:14 WIB

Terseret Kasus Jual Tanah Topsoil Polres Halsel Periksa Kades Hidayat

Berita Terbaru

Kantor DPRD Kabupaten Halmahera Selatan

Berita Terkini

ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur

Kamis, 30 Jul 2026 - 10:32 WIB

Sahmar M. Zen, Direktur PARADE Maluku Utara. foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi

Kamis, 30 Jul 2026 - 09:42 WIB

Berita Terkini

40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026

Kamis, 30 Jul 2026 - 00:29 WIB

Berita Terkini

Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN

Kamis, 30 Jul 2026 - 00:20 WIB