LABUHA – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara lakukan study banding (Studi Tiru) di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Bandung, Depok dan Surabaya.
Kegiatan ini dilakukan setelah Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba melaunching PUSPAGA Saruma pada 17 September 2024.
Demikian disampaikan kepala DP3AKB Halsel, Karima Nasarudin, kepada segmen.co.id, (31/10/2024) lalu.
Menurut Karima, Pusat Pembelajaran Keluarga atau PUSPAGA merupakan unit layanan terpadu untuk keluarga dan anak. PUSPAGA adalah layanan yang diberikan oleh tenaga profesional, seperti psikolog atau sarjana profesional bidang psikologi.
“PUSPAGA memberikan layanan gratis, seperti konsultasi, konseling, dan psikoedukasi, untuk membantu keluarga dalam mengasuh dan melindungi anak. Layanan ini juga dapat memberikan informasi dan rujukan terkait pendidikan, kesehatan, dan perlindungan bagi anak dan keluarga,” terangnya.
Menurutnya, PUSPAGA dikoordinasikan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Karena, layanan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas keluarga dan ketahanan keluarga.
“Untuk itu, kami melaksanakan Study Tiru yang bertujuan melihat, mempelajari dan mengimplementasi apa yang diperoleh di Puspaga harmoni kota Depok yang telah meraih kategori Nindya pada tahun 2023 sedangkan Puspaga di kota Bandung dan Surabaya merupakan Puspaga ramah anak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Karima mengatakan saat ini pihak DP3AKB Halsel sedang mempersiapkan regulasi, SDM, program dan sarana prasarana untuk pelaksanaan Puspaga negri Saruma.
“Insya Allah, Puspaga Saruma di Halsel akan beroperasi pada tahun 2025. Apalagi pembentukan PUSPAGA negri Saruma juga sudah mendapat dukungan penuh oleh ketua TP PKK Kabupaten Halmahera Selatan saat kami rancang pada bulan Juni 2024, pelaksanaan berkolaborasi dengan TP PKK dan gabungan organisasi Wanita Halmahera Selatan,” sebut Karima.
“Harapan saya setelah kembali dari study Tiru di tiga lokus ini, Puspaga negri Saruma harus dapat melaksanakan fungsi sebagai media edukasi pembinaan keluarga dan penanganan preventif permasalahan keluarga serta melayani dengan hati yang pada akhirnya bermuara pada ketahanan keluarga yang menjadi dambaan keluarga,” tandasnya.(red)












