Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI Cabang Ternatemenyayangkan penyataan Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Covid-19 Maluku Utara, Armin Zakaria. Bahkan mereka meminta Kepala Dinas Perhubungan itu mundur dari jabatannya.
Menurut HMI Cabang Ternate, pernyataan Armin yang menyebutkan ‘terus bertambahnya kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Maluku Utara lantaran rendahnya disiplin masyarakat mematuhi protokol pencegahan virus corona’ dianggap kurang tepat alias salam alamat.
Ketua HMI Cabang Ternate Safrudin M. Taher mengemukakan, masyarakat tidak sepenuhnya disematkan sebagai pemicu melonjaknya kasus terkonfirmasi postifi covid-19 di Maluku Utara (Malut).
Mestinya, lanjut Safrudin, pemerintah dan gugus tugas covid 19 provinsi perlu mencari tahu penyebab masyarakat tidak patuh protokol kesehatan. “Bukan (memvonis) masyarakat sebagai pemicu. Justru pemerintah provinsi dan gugus tugas yang gagal mengatasi penularan corona, sehingga potensi resiko penularan corona di Malut semakin meningkat,” kata Safrudin, Rabu (17/6).
Menurut pengamatan HMI Cabang Ternate kata dia, kebijakan pemerintah dan gugus tugas provinsi selalu bikin susah masyarakat. Misalnya biaya rapit tes, kenaikan tarif speedboat dari Rp50 ribu menjadi Rp100 ribu.
Tidak Adanya Kompensasi Daerah
“Pemerintah jangan hanya menyuruh masyarakat diam diri di rumah, rutin cuci tangan, dan pakai masker saja. Namun pemerintah juga patut mengurusi kegiatan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” ucapnya.
Safrudin mengatakan, yang menjadi penyebab ketidakpatuhan karena adanya keterampasan yang tidak disertai dengan kompensasi. Sehingga masyarakat mengalami kesulitan secara ekonomi dan mereka tidak diperbolehkan keluar dari rumah.
Dengan tidak bisa keluar rumah, mereka pun tidak dapat mendapatkan penghasilan bagi sebagian masyarakat di Maluku Utara, terutatama Kota Ternate. “Inilah yang di jawab pemerintah dan gugus tugas provinsi, bukan malah bilang kasus positif corona naik karena masyarakat,” sebutnya.
“Masyarakat juga butuh makan. Apalagi masyarakat yang tinggal di Kota Ternate, mereka harus bekerja mencukupi kebutuhan sehari-hari. Anggaran covid 19 yang sudah terpakai miliaran itu untuk apa ?,” tambahnya.