LABUHA – Politik itu rumit sebab harus menerobos kebuntuhan partai politik yang begitu luar biasa baik itu pertarungan uang bahkan pertarungan kekuasan harus mengandalkan lobi-lobi untuk dapatkan rekomendasi Partai Politik.
Meraup kepercayaan hingga dapat rekomendasi partai politika itu tidak sekedar membalik telapak tangan, sebab semua itu harus berjuang keras hingga tidur dan makan di jalan-jalan.
Berbagai kerumitan itu telah dilalui seorang Usman Sidik satu-satunya tokoh Makayoa yang telah sukses dikanca Nasional. Hal itu diakui Muhammad Syukur Mandar.
Muhammad Syukur Mandar bilang Usman Sidik telah melalui itu semua demi memperjuangkan marwah dan martabat keluarga besar Makian Kayoa (Makayoa) yang dianggap semakin hari semakin dikucilkan dalam setiap moment politik selama ini.
Mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Ibnu Qhaldun Jakarta itu, mengakui dalam sambutan dan orasi politiknya saat dampingi Calon Bupati Halsel Usamn Sidik di sejumlah Desa di Kecamatan Pulau Makian baru-baru ini.
“Sudarah kita Usman Sidik berada dalam tantangan yaitu bagaiman harus meyakinkan semua orang agar pilih dia dan pak Bassam menjadi bupati dan wakil bupati. Bahkan kita punya sesepu pak Rivai Umar, pak Madjid Husen dan pak Jafar Umar semua yang kita bangga ini harus rela datang dan kenal hujan dijalan-jalan tuk demi dampingi Usman Sidik berkampanye di daerah Makayoa itu dikarenakan hanya ingin mengembalikan marwah dan martabat orang Makayoa,” ujar Muhammadq Sykur Mandar saat beri nasehat politik di Desa Waigitan baru-baru ini.
Tokoh Makayoa yang berkiprah di tingkat nasional itu terharuh dengan tujuan baik Usman Sidik untuk kembalikan Senyum mayarakat Halsel lebih khusus keluarga Makayoa hingga buatnya harus turun gunung alias pulang kampung tuk mengajak semua keluarga Makayoa agar memilih Paslon Bupati dan Wakil Bupati Halsel nomor 2 Usman Sidik dan Hasan Ali Bassam Kauba (Usman-Bassam) agar bisa memenangkan pertarungan pada 09 Desember 2020 mendatang.
“Usman Sidik punya uang puluhan miliar jika hanya ingin menikmati maka susah lebih dan cukup namun karena dengan tujuan baik Usman akan tetapi Usman Sidik rela menikmati kenikmatan itu, rela hujan-hujanan dan naik motor sana sini demi untuk kembalikan marwah torang Makayoa,” jelas pengacara hebat itu.
Menurutnya untuk keluarga Makayoa dimanapun berada pihaknya dan sesupu lainnya bersama Usman Sidik tidak meminta sumbangan beruapa uang akan tetapi hanya satu yaitu doa dan dukungan agar Usman-Bassam bisa menangkan pertarungan ini. “Hanya dua yang kami minta yakni keluarga Makayoa punya doa dan sumbangkan suara untuk torang pe sudara, kaka, atau orang tua kita Usman Sidik,” tandas Syukur sembari menyebut agar kedepan keluarga Makayoa dimanapun berada bisa lebih baik lagi.(van)












