JAKARTA – Paska masuk nominasi 10 kepala daerah penerima penghargaan Anugerah Kebudayaan, Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Usman Sidik, mempresentsikan Inovasi Kopra Putih di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat di Jakarta, Rabu (05/01).
Paparan Inovasi Kopra Putih di Halsel oleh Usman Sidik, mantan Wartawan Senior Maluku Utara itu berkesempatan mempromosikan berbagai kreatif yang diciptakan dari kelapa menjadi makanan khas daerah.
Didepan lima dewan Juri, Bupati Usman Sidik juga memperkenal sejumlah makanan khas daerah yang diolah dari kepala, salah satunya Sagu Kelapa, sambal (dabu-dabu) kelapa, Batok kelapa yang diolah jadi gelas serta batok kelapa yang dibuat jadi ceret/teku air.
Selain itu ada juga ikan fufu yang dimasak menggunakan kulit kelapa yang dibakar serta makanan khas daerah lain yang dioleh jadi makanan khas daerah bumi Saruma.
Usman Sidik bilang, sejak jaman kolonial Belanda, Kesultanan Bacan sempat mendirikan maskapai perdaganagan setelah mendapat konsesi dari Sultan Oesman Sadik yang berhasil menembus pasar Eropa dengan mengekspor hasil perkebunan.
“Itu didirikan Mr M.E.F Elout pada 8 Juni 1880 usai mendapat konsesi dar Sultan Oesman Sadik,” ujar Usman dihadapan depan juri di Gedung Dewan Pers.
Menurut Obama sapaan akrabnya, pada konteks masa lalu telah menjadi primadona, dimana, Sumber Daya Alam (SDA) menjadi daya tarik kedatangan bangsa-bangsa Eropa.
“Dalam konteks kekinian, Halsel telah mampuh membangun dan mengelola SDA. Juga mampu menjadi pengelola kerukunan antar budaya, agama dan golongan yang termasuk dalam bumi Saruma,” jelasnya.
Bupati Usman menambahkan, merujuk data Pemkab Halsel, luas perkebunan kelapa mencapai 29,731 hektare dengan produksi mencapai 23,532 ton per tahun.
Namun proses pengolahan masih menggunakan cara tradisional, dengan cara pengasapan. Sehingga kualitas hasil produknya kurang baik karena warna kelapanya hitam.
“Dan nilai ekonominya juga rendah. Sehingga berpengaruh harga jual yang sering terjadi fluktuasi,” ucapnya.
Oleh sebab itu, lanjut dia, perlu adanya inovasi dalam proses pengolahan kelapa menjadi kopra dengan kualitas terjamin sesuai permintan pasar. “Jadi dengan begitu, harganya pun bisa terjamin dan masayarakat bisa mendapatkan hasil yang baik,” beber Usman.
Politisi PKB itu juga menyebut, inovasi pengembangan kopra putih di Halsel, baru dimulai pada tahun 2021 usai dirinya dilantik sebagai Bupati.
“Ini kita baru mulai 2021, tapi hasilnya sudah mulai dirasakan masyarakat. Kita akan jalankan ini terus,” akuinya.
Diketahui, Bupati Halsel masuk nominasi 10 kepala daerah di Indonesia yang akan menerima anugerah kebudayaan dari PWI Pusat pada puncak Hari Pers Nasional (HPN) 09 Februari 2023 mendatang yang akan diserahkan langsung oleh Presiden Repoblik Indonesia.
Masuknya Bupati dalam nominasi tersebut, karena proposal dan video kreatif inovasi kopra putih di Halsel.
Usman Sidik merupakan satu-satunya Kepala daerah/bupati di wilayah Indonesia Timur yang terima penghargaan Anugerah Kebudayaan di tahun 2023.
Bupati Halsel Usman Sidik saat tampil presentasi “Inovasi Kopra Putih di Halsel” di kantor PWI Pusat mengenakan Pakaian Adan Kesultanan Bacan Moloku Kieraha.(sh)












