Rizal Bantah Adanya Pernyataan Aksi ‘orderan’
|
Ketum Jejak Timur Malut, Muhammad M. Adam saat konfrensi pers di Warkop Soceer Kelurahan Stadion, Ternate Tengah, Jumat (30/08/2019). Foto:evan//segmen.co.id. |
Ketua Umum (Ketum) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jejak Timur Maluku Utara (Malut) Muhammad M. Adam menanggapi pernyataan Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Kadisperkim) Kota Ternate, Rizal Marsaoly.
Dalam pernyataan itu Rizal Marsaoly menuding aksi yang dilakukan Jejak Timur Malut pada Kamis kemarin merupakan ‘demo orderan’ atau pesanan.
M. Adam menyatakan, aksi yang dilakukan lembaganya tidak sama sekali ada kaitan dengan pesanan atau orderan.
“Untuk apa hadirnya lembaga pengawasan (LSM dan ormas) jika pejabat daerah tak mau diawasi dan di kritik,” ujarnya kepada segmen.co.id, Jumat (30/08).
 |
| Aksi Jejak Timur Malut didepan Kejari Ternate, Kamis (29/08/2019). Foto:evan//segmen.co.id |
Menurutnya, pernyataan Rizal dapat mencoreng nama baik lembaga secara insitusi. Karena itu M.Adam meminta dengan tegas Rizal selaku Kadis Perkim Kota Ternate segera mengklarifikasi ke publik atas pernyaannya. “Karena aksi Jejak Timur Malut adalah murni tanpa tendensi apapun,” tandasnya.
“Jabatan kepala dinas adalah jabatan publik. Maka perlu diawasi dalam kinerjanya, lantas kinerja Disperkim Kota Ternate itu menggunakan anggaran negara bukan pribadi. Dia mengaku sah saja bila proyek yang dikerjakan Disperkim Kota Ternate itu menggunakan uang pribadinya Rizal maka tak perlu harus diawasi oleh lembaga tertentu,” katanya menambahkan.
M. Adam menjelaskan aksi yang dilakukan adalah bentuk pengawasan kinerja pemerintah Kota Ternate, bukan pesanan (orderan). Selaku ketum lembaga resmi Jejak Timur Malut, berikan waktu 3X24 jam agar mengklarifikasi ke publik dan menghadirkan bukti-bukti sesuai pernyataannya.
“Jika Rizal tak mampu mengklarifikasi serta menghadirkan bukti dalam waktu 3X24 (72 jam) maka secara insitusi maupun lembaga akan menempuh jalur hukum atas pencemaran nama baik lembaga resmi Jejak Timur Malut,” tegasnya, sembari menambahkan demo ini tak berhenti sampai disini.
“Akan ada konsulidasi massa lebih banyak untuk melakukan aksi besar-besaran bahkan memboikot aktifikas kantor Disperkim Ternate,” jelas M. Adam.
Rizal Marsaoly dikonfirmasi membantah. Dia mengatakan tak pernah menuding atau menyebut aksi ‘orderan’ atau pesanan. “Tidak ada pernyataan itu. Saya menghormati aksi mereka sebagai fungsi kontrol pemerintah,” kata Rizal.(tim/red)