Limbah Tambang Emas Kusubibi ‘Ancam’ Warga

Senin, 21 Desember 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi dan aktifitas pengusaha tambang emas yang gunakan Tong di Desa Kusubibi. Foto: van//segmen.co.id

Kondisi dan aktifitas pengusaha tambang emas yang gunakan Tong di Desa Kusubibi. Foto: van//segmen.co.id

LABUHA – Aktifitas Tambang Rakyat di Desa Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan jadi ancaman keselamatan bagi warga sekitar. Pasalnya cemaran Cyanida dan Mercuri mengancam keselamatan warga Desa Kusubibi.

Hal itu diungkapkan setelah Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia (APRI) Halmahera Selatan meninjau lokasi area tambang. APRI Halmahera Selatan mencatat sebanyak kurang lebih 15 pengusaha yang mengelola hasil tambang dengan menggunakan tong. Masing-masing pengusaha memiliki lebih dari 1 tong, sedangkan total tong yang tersebar di area pertambangan sekitar 30 tong yang beroprasi

Pengusaha alias pengelolan tambang emas dengan menggunakan tong sangat berdampak pada pencemaran lingkungan. Selain berdapak pada pencemaran lingkungan, pengelolaannya menggunakan campuran Cianida dan Merkuri.

Baca Juga :  Usai Sholat di Samargalila, Sekda Beri 3 Ekor Sapi kepada Warga Labuha

Cyanida dan Marcury merupakan bahan kimia berbahaya yang dapat mengancam jiwa manusia.

Hal yang sama juga disampaikn warga Desa Kususbibi. Mereka sudah kurang lebih 2 dua bulan ini tak lagi mengonsumsi air yang bersumber dari PDAM.

Sebab warga takut air yang di konsumsi telah tercemari limbah tambang yang mengandung racun alias bahan kimia. “Sudah hampir dua bulan warga Desa Kusubibi tidak lagi mengonsumsi air yang bersumber dari PDAM, Sebab kami khawatir air yang dikonsumsi sudah tercemari limbah berbahaya,” ungkap Sadek, warga Desa Kusubibi, saat disembangi segmen.co.id Ahad (21/12/2020) kemarin.

Ketua adat keluarga Tobelo Galela di Desa Kusubibi itu juga menyebut saluran pipa PDAM sudah terlewati limbah tambang sehingga warga takut untuk mengonsumsi air yang bersumber dari PDAM tersebut.

Baca Juga :  Bassam Kasuba Paparkan Visi-Misi Saat Kampanye di Jibubu

“Kami takut jangan sampai pipa itu ada yang bocor sehingga tecampur limbah,” aku Sadek.

Untuk itu, warga Desa Kusubibi memilih mengonsumsi air sungai yang jauh dari lokasi tambang dengan menggunakan kendaraan roda dua. “Untuk skarang warga peroleh air minum dari sungai yang jauh dari area tambang dengan menggunakan motor,” paparnya.

Sadek menjelaskan jarak pemukiman warga dengan tempat pengambilan air bersih itu kurang lebih 1 km. Maka sebagian warga yang tak memiliki kendaraan terpaksa harus membeli air per gelon dengan harga 10.000 (sepulu ribu rupiah).

Maka dengan adanya keluhan ini, dirinya juga berharap semoga ada perhatian dari pemerintah daerah Kabupaten Halmahera Selatan untuk mencarikan solusinya.

Baca Juga :  PT Wanatiara Persada Serahkan Bantuan Hewan Kurban di Masjid Sultan Bacan

“Semoga ada perhatian dari pemerintah daerah, sebelum semuanya terlambat,” tandas Sadek.(sif)

Berita Terkait

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 
Berita Skandal Lelang Cathlab Tiga Wartawan Dipolisikan, PWI Halsel Kecam Iksan Kaleserang
Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan
Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi
Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa
Desak Polda Maluku Utara Usut Tuntas Pelaku Pencuri Kapal Tongkang
Disperkim Halsel Pastikan Pembangunan 20 Unit MCK Leleojaya Tuntas
Ikbal Mustafa Ketum Masatawa Ucapkan Selamat HUT IKA-Togale Halsel ke 21 Tahun
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:29 WIB

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Berita Skandal Lelang Cathlab Tiga Wartawan Dipolisikan, PWI Halsel Kecam Iksan Kaleserang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa

Berita Terbaru

Helmi Umar Mukshin Wakil Bupati Halmahera Selatan. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 

Kamis, 8 Okt 2026 - 00:29 WIB

Rapat Kordinasi Penggunaan Aset Daerah yang dipimpin Wakil Bupati Halsel Helmi Umar Mukhsin. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan

Rabu, 7 Okt 2026 - 09:12 WIB

Bupati Halsel Buka Focus Group Discussion (FGD) I RDTR dan Konsultasi Publik I Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:40 WIB

Kantor Desa Laigoma Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:29 WIB