TERNATE – Dr.H.Muhammad Kasuba, MA dan Basri Salama, S.Pd atau MK-BISA resmi mendaftarkan diri sebagai bakal Calon Gubernur-Wakil Gubernur Maluku Utara Periode 2024-2029 pada Pilkada serentak, Kamis sore tadi (29/08).
Pendaftaran Paslon MK-BISA ke KPU dilakukan langsung pimpinan partai pengusung tingkat provinsi yakni Ketua PKS Is Suaib dan Sekertaris Wilaya PKS Basrin Kanaha dan Ketua PKS Hi.Is Suaib serta Sekretaris Partai Hanura Sukri Ali.
Usai proses pendaftaran, Muhammad Kasuba menyampaikan berkas Calon MK-BISA dinyatakan lengkap disertai optimisme dan konsep apa yang diusung pemerintahan MK-BISA jika kelak terpilih.
”Ahamdulillah berdasarkan hasil ferivikasi berkas bakal calon MK-BISA, KPU menyatakan berkas calon MK-BISA lengkap sesuai persyaratan pendaftaran bakal calon Gubernur-Wakil Gubernur Malut,” ujarnya.
Bupati Halsel 2005-2015 itu menyatakan, paket MK-BISA optimis menatap Pilkada Malut dengan target kemenangan. Optimisme dan keyakinan tinggi itu menurut Muhammad Kasuba didasari rekam jejak sukses dan basis kultural MK -BISA baik di Halsel, Halut dan Kota Tidore Kepulauan.
H.Muhammad Kasuba yang disampingi Basri Salama menjelaskan MK-BISA memiliki tagline politik membenahi yang kurang dan melanjutkan kebaikan.
”Konsep kepemimpinan MK-BISA jika dipercaya memimpin Malut adalah sesuai tagline MK-BISA yakni membenahi yang kurang dan melanjutkan kebaikan,” paparnya
MK mengaku, bahwa Provinsi Malut itu ada yang kurang sehingga membutuhkan pembenahan namun patut diakui tak sedikit capaian yang baik yang harus dilanjutkan.
“Kita benahi yang kuran dan Kita lanjutkan kebaikan,” tandas MK.
”Birokrasi perlu kita benahi, pembangunan infrastruktur kita lanjutkan dan tingkatkan sedangkan pertumbuhan ekonomi yang tertinggi yang hanya tidak mampu dijangkau masyarakat itu kita bikin horisontal atau merata sehingga bisa berdanpak dan dirasakan langsung masyarakat,” jelas Ketua Badan Pemenangan Pemilu Wilaya Indonesia Timur itu.
Bupati Halsel dua periode itu, berharap semua pihak yang terlibat di Pilkada baik penyelenggara yakni KPU dan Bawaslu serta 3 pasangan calon lainnya, agar berkompetisi secara sehat baik sebagai wasit maupun pemain sehingga demokrasi yang berlangsung di Pilkada semakin baik dan menghasilkan pemimpin yang baik.
Lebih jauh lagi, MK pada kesempatan itu juga menekankan pentingnya mengawal proses demokrasi di Pilkada ini dengan ide dan gagasan sehingga proses demokrasi terus berlangsung dengan baik.(red)












