TUAL – Pemilihan kepala daerah serentak di Kota Tual masih beberapa tahun lagi. Namun geliat diskusi alias wacana tentang siapa sosok yang layak memimpin Kota Tual ke depan masih terus ramai.
Hal demikian bukan tidak mungkin menjadi sesuatu yang lumrah, terutama di kalangan aktivis (kepemudaan atau masyarakat, dan lain sebagainya) atau para politikus itu sendiri, bahkan masyarakat umum.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jendral Garda Muda Palapa Romadan Reubun, mengatakan Pilkada Kota Tual bisa jadi diramaikan oleh wajah-wajah baru, terutama dideretan bakal calon wali kota. Beberapa wajah tersebut ialah figur yang sudah cukup familiar di publik Kota Tual atau Kabupaten Maluku Tenggara.
“Beberapa wajah tersebut sudah cukup familiar Kota Tual,” ujar Romadan, Senin (05/10/2020).
Tentu, kata Reubun selain beberapa wajah baru tersebut, tidak menutup kemungkinan masih akan muncul beberapa wajah atau pemain lama. Dengan lain perkataan, yang pernah bertarung sebagai calon wali kota.
Menurut Reubun, melanjutkan tanggapannya, siapapun yangbakan dijagokan jadi calon wali kota setelah kepemimpinan Ust Adam Rahanaan adalah sosok yang selain mewakili alasan kultural juga sebagai putra purta mendiang M.M Tamher (Wali Kota Defenitif pertama sekaligus tokoh pemekaran Kota Tual) dan memahami secara spesifik dan profesional dan strategi pembangunan Kota Tual.
Bahkan sekaligus mampu jadi sosok motor penggeraknya play maker. Bukan semata-mata atas dasar pertimbangan-pertimbangan politis, patron clien, dan sejenisnya.
Lebih jauh lagi, dia mengaku Kota Tual yang merupakan salah satu wilayah administratif di Provinsi Maluku tersebut, ialah wilayah administratif pemerintahan setingkat dibawah Provinsi yang baru berusia relatif muda jika dibandingkan dengan kabupaten induknya. “Masih muda sekali usia pemekaran yaitu Maluku Tenggara,” aku Romadaan.
Saat itu juga, Kota Tual terdiri dari lima wilayah kecamatan (Pulau Dullah Utara, Pulau Dulah Selatan, Pulau-Pulau Kur, Kur Selatan dan Tayando Tam) serta kurang lebih 88. 633 jumlah penduduk (Sumber: BPS, 2019) adalah modal potensial bagi siapapun putra atau putri terbaik Kota Tual untuk menahkodainya ke depan lebih baik.
“Dalam pengamatan kami, tidak menutup kemungkinan bagi petahana, yakni Ustadz Adam Rahayaan untuk tampil kembali dalam perhelatan pilkada Kota Tual di 2023 nanti,” jelasnya.
Masih Reubun, kesempatan yang sama juga bisa diperankan oleh Mantan Sekretaris Daerah Kota Tual yang juga salah satu rival Ustadz Adam pada pilkada Kota Tual lalu yaitu Bapak Adly Banjar.
Sementara beberapa wajah baru yang pihaknya amati akan ikut ambil bagian dalam perhelatan Pilkada Kota Tual nanti. “Sebagai bakal calon wali kota yakni Bapak M. Roem Ohoirat, Bapak Ladau Tetlageni, Ustadz Hasan Reniwuryaan, Bapak Basri Naraha, Bapak Jismi Reubun, Bapak Usman Tamnge, Bapak Syamsuddin Seknun, termasuk Ustadz Amir Rumra,” terang Reubun.
Reubun juga menambahkan sangat jelas bahwa beberapa nama tersebut tentu tidak bersifat final atau masih sekadar sebagai wacana yang bersifat prediktif. Sebab semua akan mengerucut pada saatnya sesuai restu masyarakat Kota Tual nanti.
“Tak terlepas dari berdasarkan prosedur atau syarat formal administratif kelembagaan (partai, non partai dan pihak penyelenggara) yang mendukung,” tandas Reubun.(van)












