LABUHA – Polemik Badan usaha milik desa (Bumdes) Batutaga hingga kini belum menemukan titik penyelesaian, masalah yang akhirnya memaksa pihak DPMD sekaligus P3MD untuk turun tangan melakukan upaya penyelesaian di Desa Batutaga kecamatan Kepulauan Botang Lomang pada Jum’at (17/09) lalu itu seakan tak kunjung juga reda
Polemik ini sendiri disinyalir sengaja dimainkan beberapa oknum warga yang diduga tidak senang atas terpilihnya Direktur Bumdes Hartati Umar melalui musyawarah bulan April lalu
Bahkan segelintir warga ini juga kemudian memaksa untuk Direktur Bumdes yang baru itu agar segera turun dari jabatannya
Padahal dana yang sementara dikelola oleh Bumdes saat ini lewat penyertaan modal DD tahun 2021 adalah sebesar Rp.75.000.000 (tujuh puluh lima juta rupiah) dan tengah berjalan pada unit usaha investasi oil
“Aturannya jika Direktur Bumdes mau diganti, ya tunggu enam bulan berjalan dulu, kemudian dimusyawarahkan lagi. itupun kalau Direktur nya tidak maksimal” ujar Nurdin Madi selaku Tenaga Ahli Pemberdayaan ekonomi Desa (P3MD) kabupaten Halmahera Selatan. Senin, (20/09)
Nurdin juga menilai masalah ini kian melebar karena kepala desa Tamrin Latuconsina sendiri dianggap tidak proaktif bahkan yang bersangkutan dinilai tidak dapat menjalankan fungsinya sebagai seorang kepala desa
“Jika ada masalah harusnya kades sebagai pengawas itu segera mengevaluasi kepengurusan Bumdes karena itu kewenangan kades” jelasnya
Dirinya juga bilang jika Bumdes yang baru ini terindikasi ada masalah lantas kenapa oknum yang mengatasnamakan masyarakat ini tidak sekalipun mempertanyakan Bumdes yang pernah gagal sebelumnya
Seperti diketahui pada tahun 2018 Bumdes Batutaga pernah berjalan dibawah kepemimpinan Direktur Yasni Salasa yang dikabarkan adalah menantunya Kades
Bumdes kala itu dipercayakan mengelola anggaran sebesar Rp.50.000.000 (lima puluh juta rupiah) dengan unit usaha adalah simpan pinjam
Alih-alih menggenjot ekonomi didesa, Bumdes justru harus gulung tikar alias bangkrut ditengah jalan
“Nah ini kan kita kembali ke masyarakat seharusnya kalau memang yang lama itu dikategorikan gagal harusnya mereka evaluasi juga” tegas Nurdin.(Ipl)












