Oleh : Supriman D. Siki
Mahasiswa Prodi Konseling Fakultas Pendidikan Islam, IAIN Ternate.
Sesuai dengan isu yang kita dengar dan ketahui bersama bahwasanya saat sekarang ini, diakhir tahun 2022 menuju tahun baru 2023, Pemerintah Daerah Halmahera Selatan bakal menurunkan empat artis guna menghibur masyarakat Obi yang berlokasi di Laiwui Kecamatan Obi Induk itu sendiri.
Sesuai hasil kajian kami mahasiswa Obi menanggapi artis yang diturunkan Pemda Halmahera Selatan. Bahwasanya, masyarakat Pulau Obi itu lebih membutuhkan hiburan jangka panjang seperti Pembangunan infrastruktur yakni jalan, sektor penerangan/lampu, sektor kesehatan dan sektor jembatan, bahkan sektor pendidikan yang memadai.
Dari pada mendatangkan artis yang sifatnya menghibur sesaat dengan menghabiskan uang yang begitu banyak. Coba bayangkan uang tersebut jika Pemda Halmahera Selatan arahkan untuk kepentingan pembangunan infrastruktur di Obi, satu saja yang disebutkan diatas terealisasi.
Maka sudah barang tentu manfaat anggaran tersebut kepada rakyat lebih afdal untuk kepentingan orang banyak yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat Obi sekarang ini.
Kemudian dari pada itu satu demi satu Pemda Halmahera Selatan yang ada hanya mengkisahkan janji manis terhadap masyarakat Obi,
Hampir kurang lebih 18 tahun Pulau Obi yang secara administratif berada di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Malut, dengan Sumber Daya Alam (SDA) yang berlimpah ruah. Namun sayang seribu kali sayang masyarakatnya masih jauh dari kata sejahtera.
Justru lebih prihatin lagi jalan di Kecamatan Obi Induk sebagai pusat perhatian publik (persinggahan pekerja) dan pusat perputaran ekonomi di Pulau Obi, berjejer lubang aspal mulai dari kecil hingga yang besar menganga terdapat di seantero ruas jalan tersebut, mulai dari Desa Jikotamo menuju Kampung Buton, Laiwui, Akegula dan dan Desa Kampung Baru, belum lagi dari jikotamo ke Desa Sambiki, Anggai dan Air Mangga yang kerusakan jalannya lebih parah.
Dengan keadaan semacam itu seakan Pemerintah tidak ada rasa simpati dan empati dalam membangun Obi. Urgensinya, saat sekarang bukan malah membangun negeri tapi yang ada hanya mengumbar janji.
Kenapa Demikian Seperti itu?
Mungkinkah implementasi dan realita Pemda Halmahera Selatan kerjanya tidak jelas dalam menghendel agenda pembangunan di Pulau Obi, secuil kata-kata manis diujung mulut saja, seperti;
(1) apa kabar jalan lingkar Obi dari tahun 2021 hingga memasuki tahun 2023?
(2) apa kabar penerangan Obi dari tahun 2018 hingga memasuki tahun 2023?
Padahal kita ketahui bersama jalan lingkar Pulau Obi sangat dibutuhkan dan sangat dinantikan oleh masyarakat setempat, sebab manfaat jalan lingkar tersebut begitu besar dalam memberikan kontribusi penuh terhadap petani, nelayan, pedagang dan lain-lain, dalam menghubungkan jalur darat antara satu desa dengan desa yang lainnya.
Justru sangat menguntungkan ketika jalan lingkar Pulau Obi sudah ada, misalnya iklim panca roba datang di musim ombak maka petani juga bisa berjualan, mengangkut barang melalui jalur darat.
Masyarakat Obi Menunggu Bukti!!
Dari mulut ke mulut sampai ke liang kepentingan, bunyi narasi diatas panggung demokrasi seperti Infus kehidupan seakan-akan nyata bagi rakyat Pulau Obi.
Kami menunggu bukti bukan hanya janji yang kemudian menjadi isu dan entah kapan bisa terealisasi.
Problem masyarakat Pulau Obi hanya menjadi wacana di meja bundar tanpa solusi, teguk kopi hingga habis sembari berganti posisi hasilnya masih tetap sama seperti dulu.
Negeri apa kita ini? Rakyat meneteskan air mata, lalu pajaknya di bangun hanya untuk sepihak.
Ini problem bukan main-main, ini masalah, bukan hal seru yang harus dianggap bercanda dengan menghadirkan artis nasional dan lokal supaya dapat menghibur warga.
Biar Pemda di bilang Hebat?.
Kami masyarakat Pulau Obi tidak sebodoh itu kalian racuni dengan racun yang manis-manis, tapi hal yang paling urgensi yakni kebutuhan masyarakat Pulau Obi masih di asingkan, sekali lagi masih diasingkan.
Semoga alam semesta merestui bapak ibu yang mengatasnamakan rakyat dengan gaji untuk melayani dan mengabdi di tanah kami, bukan karena memilih peluang untuk dijadikan umpan !!
Penulis Juga Merupakan Mahasiswa Asal Obi yang saat ini menempuh studi di IAN Ternate.












