
Labuha, segmen.co.id – Tidak dapat di pungkiri, Hampir seluruh masyarakat Pedesaan mengginginkan ketersediaan air bersih di setiap rumahnya tanpa harus berkilo-meter jauhnya mencari air Bersih untuk memenuhi kehidupan sehari-hari,
Dari Data Sistem Informasi Desa (SID) milik Kemendes, Desa kampung baru kecamatan kepulauan Botang Lomang kabupaten Halmahera Selatan telah mengucurkan Anggaran sebesar Rp.242.463.800 (dua ratus empat puluh dua juta empat ratus enam puluh tiga ribu delapan ratus rupiah) untuk pembangunan Rehabilitasi/Peningkatan sumber Air Bersih Milik Desa tahun Anggaran 2019. Namun sampai saat ini, prioritas kegiatan yang menelan anggaran cukup besar itu pemanfaatannya belum di rasakan masyarakat desa setempat.
Berdasarkan keterangan yang diterima pada Jum’at (13/08/21), Diketahui Bak penampung air Bersih Milik Desa hingga saat ini tidak lagi berfungsi, pipa air yang rusak tidak lagi diperhatikan padahal pipa tersebut awalnya difungsikan untuk saluran ke rumah-rumah warga, bahkan masyarakat saat ini hanya bisa memanfaatkan air sumur dan air hujan guna menopang kebutuhan sehari-hari.
” Kitorang (Kami) hanya pakai Air Parigi (Sumur) dan air hujan buat jadikan air minum, masak, Mandi dan mencuci pakaian” ungkap Salah seorang warga desa kampung baru yang enggan disebutkan namanya melalui rilis yang diterima segemen.co.id
Menanggapi polemik ini. Mantan Sekertris Desa, yuldi Udin pun angkat bicara Menurut dia soal Air bersih sebagaimana tertuang dalam RAB Tahun Anggaran 2019 desa Kampung baru telah memasukan post tersendiri untuk kegiatan Air bersih, tapi kenyataannya belum dirasakan masyarakat padahal data tersebut sudah di input ke data Kemendes melalui SID yang tidak bisa dirubah lagi oleh siapapun termasuk kades
“Iya memang benar dalam Data Sistem Informasi Desa (SID) Kemendes, kades sudah Menganggarkan kegiatan air bersih dan ini sudah final” ucapnya
Bahkan di tahun 2020 kemarin kades kampung baru juga menambahkan lagi uraian Anggaran untuk item kegiatan yang sama (air bersih) sebesar Rp.100.074.400 (seratus juta tujuh puluh empat ribu empat ratus rupiah) dengan nomor kode Rek kegiatan 2.04.12 (sumber: data SID KEMENDES) tapi hasilnya nihil. (IpL)











