Ratusan ‘Orang’ Makasar dan Jawa Diterlantarkan PT. BUMN di Labuha

Minggu, 17 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi warga Makasar dan Jawa saat tidur beralas seadanya di Mesjid Raya Halsel. (Foto:Dam//segmen.co.id)

Kondisi warga Makasar dan Jawa saat tidur beralas seadanya di Mesjid Raya Halsel. (Foto:Dam//segmen.co.id)

LABUHA – Kontraktor klas kakap di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) kini menggantung hidup ratusan warga asal Makasar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Pulau Jawa. Kenapa tidak Crew PT. Bangun Usaha Mandiri Nusa (PT. BUMN) itu diduga tega menelantarkan anak kerja dari kota daeng dan pulau Jawa kurang lebih 10 hari di Labuha Ibu Kota Halsel.

Warga Kota Makasar dan Pulau Jawa itu terpaksa tidur berdinginan beralaskan seadanya di Aula Mesjid Raya Halsel, di Desa Kampung Makian Kecamatan Bacan. Mereka datang di Kota Saruma atas ajakan Konsultan PT. BUMN Rani Bimahari untuk bekerja pada salah satu proyek PT. BUMN di Desa Kawasi Pulau Obi.

Informasi yang dihimpun segmen.co.id Konsultan PT. BUMN Rani Bimahari memerintahkan kepada kepala bas atas nama Kholis untuk memboyong ratusan warga Makasar dan Jawa itu untuk kerja proyek perumahan di desa Kawasi Pulau Obi denagn kesepakatan borongan pemerjaan.

Baca Juga :  Bupati Cup 2021 Dihelat, GBK Halsel Diresmikan 

Bahkan dari kesepakatan mereka yakni pihak PT. BUMN dan pekerja yaitu setelah tiba di Labuha Halsel langsung bekerja akan tetapi paska tiba sekira 10 hari ini di Labuha mereka belum juga bekerja.

Situasi keberadaan mereka sangat dan sangat memprihatinkan itu seperti yang dikeluhkan Supriantu salah satu pekerja asal kota daeng alias Makasar Sulsel.

“Sudah lima hari kami di Bacan. Kedatangan kami disini ingin bekerja tapi sampai saat ini kami belum juga kerja,” ujar Supriantu, kepada segmen.co.id, saat ditemui di halaman Mesjid Raya Halsel, Sabtu (16/01/2021).

Supriantu dan kawan-kawan lainya juga mengatakan bahwa, PT BUMN alias Rani Bimahari sebagai penanggungjawab atas kedatangan mereka dari Makasar harus ke Bumi Saruma ini.

Baca Juga :  Sefnat Disebut Tak Paham UU Desa, Putusan Bupati Halsel Sudah Tepat

“Waktu di Makasar itu, katanya tiba di sini langsung kerja, tapi saat ini kami diterlantrakan” terangnya sambil wajah memelas.

Selain itu, Supriantu dan teman-teman juga mengeluhkan terkait nasib mereka berada di Labuha. Pasalnya sudah lima hari mereka berada di Bacan meninggalkan anak dan istri di Makasar namun belum juga mengetahui kejelasan kapan mereka harus dipekejakan sesuai kesepakatan.

Dirinya juga mengaku sejak diboyong pihak PT. BUMN hanya memberi panjar satu orang lima ratus ribuh. Namun dengan uang lima ratus ribuh kata dia tidak cukup sebab dalam perjalanan uang tersebut sudah habis dipakai.

“Anak Istri perlu makan, kami berharap kita sudah kerja, sementara waktu ke sini kita dikasih panjar perorang 500 ribu, tapi sudah habis di kapal saat perjalanan dari Makasar ke Bacan,” papar Supriantu.

Baca Juga :  Berbaur Fitnah, Bupati Usman Bantah Pernyataan Husen di Dialog BMS

Supriantu Cs juga berharap, bila tidak dipekerjakan, maka lebih baik mereka  dipulangkan ke kampung halaman di Makasar. “Kalau tidak dipekerjakan lebih baik pulangkan saja,” sahut Suprianto dan warga Makasar lainnya.

Diwaktu yang sama Rani Bimahari saat ditemui sejumlah awak media, dirinya menghindar dan tak mau memberikan keterangan panjang. “Saya tidak mau, silahkan datang ke kantor pusat,” singkat Rani.

Rani mempersilahkan para awak media segera ke kantor Pusat PT. BUMN di Desa Kupal Pantai, Kecamatan Bacan Selatan agar meminta keterangan atas keterlantaran itu sehingga dijawab dengan jelas oleh petinggi PT. BUMN.(Dam)

Berita Terkait

PWI Sebut Kadisparekraf Halsel Rasa Jubir Kusu Island Resort
ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur
Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi
40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026
Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN
Terseret Kasus Jual Tanah Topsoil Polres Halsel Periksa Kades Hidayat
Uji Komitmen Kapolres Halsel Tutup Tambang Ilegal di Kali Raim Liaro
Fajri Ahmad Anak Buah Sherly di Halsel Jadi Tukang Jual Tanah Topsoil Ilegal
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:07 WIB

PWI Sebut Kadisparekraf Halsel Rasa Jubir Kusu Island Resort

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:32 WIB

ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:42 WIB

Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:29 WIB

40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:20 WIB

Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN

Berita Terbaru

Kadisparekraf Halsel, Ali Dano Hasan. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

PWI Sebut Kadisparekraf Halsel Rasa Jubir Kusu Island Resort

Jumat, 31 Jul 2026 - 12:07 WIB

Kantor DPRD Kabupaten Halmahera Selatan

Berita Terkini

ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur

Kamis, 30 Jul 2026 - 10:32 WIB

Sahmar M. Zen, Direktur PARADE Maluku Utara. foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi

Kamis, 30 Jul 2026 - 09:42 WIB

Berita Terkini

40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026

Kamis, 30 Jul 2026 - 00:29 WIB

Berita Terkini

Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN

Kamis, 30 Jul 2026 - 00:20 WIB