LABUHA – Tumpukan sampah yang menggunung dan berserakan di area Pasar Labuha, Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara menjadi pemandangan memprihatinkan yang kian hari makin dikeluhkan warga.
Bau tak sedap menyengat, lalat berkerumun, serta kondisi lingkungan yang jorok mengganggu aktivitas pedagang dan pengunjung pasar.
Pantauan segmen.co.id, nampak lokasi pasar dua kontainer sampah penuh meluber hingga ke badan jalan. Puluhan karung dan kantong plastik berisi limbah rumah tangga dan pasar menumpuk begitu saja tanpa pengangkutan dan pengelolaan yang layak.
Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan pedagang pasar. Salah seorang pedagang sayur ditemui, Jumat (11/07) pagi tadi, mengemukakan sampah tersebut sudah dibiarkan menumpuk sejak beberapa hari lalu tanpa penanganan dari pihak kebersihan.
Penjual sayur yang enggan menyebutkan namanya itu, menyesalkan terkait pembayaran retribusi pasar namun pihak Dinas Lingkungan Hidup Halsel sering membiarkan sampah berhari-hari yang dapat menggangu kenyamanan pedagan dan pengunjung pasar.
“Kami di sini bayar retribusi pasar tiap bulan, tapi sampah dibiarkan begitu saja. Ini sudah hampir seminggu tidak diangkut. Mana tanggung jawab Kabid Kebersihan DLH Halsel,” katanya dengan nada kesar terhadap Kabid Kebersihan.
Dia menilai, persoalan ini seharusnya menjadi perhatian serius Randi Iskandar Alam selaku Kepala Bidang Kebersihan pada DLH Halsel sebagai pejabat teknis yang membawahi urusan pengelolaan sampah dan kebersihan Kota Labuha.
Menurutnya, jika terus menerus sampah pasar dibiarkan begini, sudah pasti Kabid Kebersihan dinilai gagal dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.
“Kalau sampah begini terus di Pasar Labuha secara otomatis Kabid Kebersihan gagal total menjalankan tugas pokoknya,” tegasnya.
Lebih jauh lagi, pihkanya menambabkan sampah ini juga menjadi penghambat aktifitas pelaku usaha di sekitar, disebabkan bau busuk yang menyengat.
“Kami mendesak agar ada evaluasi dan penertiban manajemen kebersihan, terutama di kawasan sentral ekonomi,” jelas dia.
Pihaknya menjelaskan, pasar adalah pusat aktivitas masyarakat, jika kebersihannya tidak dijaga, ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga membahayakan kesehatan publik.
Pemkab Halsel segera mengambil langkah konkret mereka meminta agar Kabid Kebersihan Randi Iskandar Alam bersikap profesional, responsif terhadap laporan masyarakat, serta melakukan pengawasan dan pengangkutan sampah secara berkala, khususnya di titik-titik vital seperti Pasar Labuha.
Hingga berita ini diturunkan, Kabid Kebersihan serta Kadis LH Halsel Samsu Abubakar masih dalam upaya konfirmasi.(red)












