Tambang Emas Ilegal Kusubibi Makan Korban, 4 Orang Meninggal

Kamis, 8 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi Tambang Emas Ilegal Desa Kusubibi (Dok//Sadam)

Lokasi Tambang Emas Ilegal Desa Kusubibi (Dok//Sadam)

LABUHA – Empat orang pekerja tambang emas ilegal di Desa Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara di kabarkan meninggal dunia.

korban yang meninggal dunia tersebut diketahui, akibat terjebak genangan air dalam lubang di lokasi penggalian emas Desa Kusubibi.

Data yang dihimpun redaksi segmen.co.id tercatat identitas empat orang pekerja penambang emas ilegal Kusubibi diantaranya, Jair Idris (38) dan Abjad Sarif (43) asal Desa Peleri Kecamatan Malifut Halmahera Utara, Rizky (23) Desa Togawa Galela Halmahera Utara dan Rais Mustakim (18) Desa Dorolamo Kecamatan Kayoa Halsel.

Mereka terjebak di lubang sekitar pukul 17.00 Wit dan baru dievakuasi pukul 02.30 Wit dini hari dalam keadaan meninggal dunia.

Baca Juga :  Pemkab Halsel Gelar Operasi Pasar Jual Minyak Goreng Curah

Mereka dikabarkan terjebak di kedalaman 200 meter akibat hujan deras sehingga lubang yang dikeruk dijebol air hujan dan lumpur dari lubang sebelah yang sementara tidak beraktivitas.

“Iya, mereka berempat yang jadi korban itu terjebak dalam lubang yang sementara digali. Sekitar 9 jam mereka terjebak di kedalaman 200 meter. Mereka baru sempat dievakuasi keluar pada pukul 02.30 Wit dini hari dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap salah satu sumber terpercaya enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, sejumlah rekan pekerja tambang lainnya berupaya menyedot air keluar mengunakan mesin tapi air semakin meluap begitu kencang.

“Mereka sulit dievakuasi keluar dari lubang. Kami duga mereka terperangkap berjam-jam sehingga kehabisan oksigen hingga meninggal dunia,” pungkasnya.

Baca Juga :  Meriahkan HUT RI Pemda Halsel Gagas 12 Lomba

Sementara Kapolsek Bacan Barat, Iptu Zulkifli Machmud saat dikonfirmasi membenarkan insiden dan identitas lengkap 4 korban yang tewas terjebak di lubang tambang Kusubibi.

Meski begitu, Zulkifli mengatakan, masih melakukan olah TKP kemudian melaporkan ke Kapolres. Setelah itu akan mengirim baket laporan kronologi kejadian di TKP.

“Iya, sementara personil sudah turun olah TKP, nanti saya buat laporan kemudian mengirim baket (rilis) lengkapnya,” pungkasnya.(red)

Berita Terkait

ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur
Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi
40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026
Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN
Terseret Kasus Jual Tanah Topsoil Polres Halsel Periksa Kades Hidayat
Uji Komitmen Kapolres Halsel Tutup Tambang Ilegal di Kali Raim Liaro
Fajri Ahmad Anak Buah Sherly di Halsel Jadi Tukang Jual Tanah Topsoil Ilegal
Tak Kantongi Izin DLH Halsel Akui Pengambilan Tanah Topsoil di Hidayat Ilegal
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:32 WIB

ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:42 WIB

Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:29 WIB

40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:20 WIB

Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN

Rabu, 29 Juli 2026 - 05:14 WIB

Terseret Kasus Jual Tanah Topsoil Polres Halsel Periksa Kades Hidayat

Berita Terbaru

Kantor DPRD Kabupaten Halmahera Selatan

Berita Terkini

ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur

Kamis, 30 Jul 2026 - 10:32 WIB

Sahmar M. Zen, Direktur PARADE Maluku Utara. foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi

Kamis, 30 Jul 2026 - 09:42 WIB

Berita Terkini

40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026

Kamis, 30 Jul 2026 - 00:29 WIB

Berita Terkini

Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN

Kamis, 30 Jul 2026 - 00:20 WIB