LABUHA – Warga Desa Bobo Kecamatan Obi Selatan perlakukan Calon Wakil Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba seperti layaknya seorang raja di jaman kerajaan. Sebab Bassam Kasuba merupakan perwakilan kaum milenial dari kalangan keluarga Tobelo Galela yang ikut bertarung di Pemilihan Kepala Daerah Halsel 9 Desember 2020 mendatang.
Informasi yang dihimpun media ini, menyebutkan anak sulung Muhammad Kasuba mantan Bupati Halsel 2 Periode ketika tiba di Desa Bobo sekira pukul 19:30 Wit Selasa (20/10/2020) malam disambut ratusan bahkan ribuan warga desa setempat. Warga Desa Bobo telah menyiapkan acara sambutan yang terbilang matang yakni membuat satu kursi dilengkapi pemikul yang diarak-araki daun muda kelapa serta lengkap dengan rumah kecil yang mengelilingi kursi kebesaran layaknya seorang raja di jaman kerajaan.
Bassam Kasuba ketika tiba langsung diarahkan duduk dikursi tersebut dan puluhan warga itu memikulnya menuju tempat dimana kemapnaye akan berlangsung. Memang lokasi pelabuhan menuju tempat acara kampanye terbilang tak jauh yakni kurang lebih 100 meter.
Setiba didepan sibua kampanye warga setempat menyambut putra terbaik Halsel itu dengan tarian cakalele sebagai bentuk adat keluarga Tobelo Galela.
Bukan hanya itu setibah di pantai Desa Bobo Speed Boat yang ditumpangi Bassam Kasuba dan rombongan itu tak bisa berlabu alias tak ada dermaga sehingga Speed tersebut harus berputar-putar kurang lebih 20 menit didepan desa. Walaupun demikian terlihat lautan manusia berdiri menunggu Calon Wakil Bupati Halsel yang mendampingi Usman Sidik dengan nomor urut 2 itu.
Tak lama kemudian beberapa warga setempat rela ‘Batobo’ alias bernang utuk memastikan Speed yang ditumpangi politisi Partai Keadilan Sejahtera itu bisa berlabu.
Sekedar diketahui Desa Bobo adalah basis Partai Keadilan Sejahtera karena disetiap moment Pilkada Halsel. Selama 3 kali Pilkada Halsel, sejak 2005, 2010 dan 2015 Paslon yang didukung Partai Keadilan Sejahtera selalu menang diatas rata-rata di Desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan.
Paslon nomor 2 Usman Sidik dan Hasan Ali Bassam Kasuba didukung 9 partai politik yakni PKB, PKS, PSI, Partai Demokrat, PAN, Partai Golkar, PDI-Perjuangan, Partai Berkarya dan PKP-Indonesia. 9 partai politik itu memilki 21 kursi di DPR dari 30 kursi DPRD Halsel.
Ketua Ikatan Canga Muda Halsel Brayen Lajame dalam orasi politiknya mengatakan Usman-Bassam sudah matang di Ibu Kota di Jakarta namun keduanya rela pulang untuk mengabdikan diri mereka demi kesejahteraan masyarakat Halsel kedepan. Dia menegaskan Paslon nomor 2 Usman-Bassam didukung 9 partai politik bukan berarti punya uang banyak akan tetapi melainkan komunikasi dan jaringan 2 putra terbaik Halsel itu di Ibu Kota Jakarta sangatlah kuat alias matang sehing 9 ketua umum partai politik memberikan rekomendasi dan dukungan untuk bertarung di Pilkada Halsel 2020 ini.
“Sebelumnya pasti 9 ketua umum partai pasti lihat Usman Sidik dan Bassam Kasuba orang bae-bae sehingga diberikan kepercayaan,” ujar Ketua Ikatan Keluarga Canga Halsel itu.
Brayen juga bilang publik Maluku Utara tahu bahwa saat debat kandidat tahap perdana kemarin paslon tetangga bilang jika terpilih maka akan membasmi minuman keras (Miras) dibumi saruma ini sementara hal itu bertentangan dengan mata pencrian warga Desa Bobo dan lainya, sebab anak-anak generasi penerus bisa melanjutlan sekolah dengan hasil keringat orang tua yang notabentnya membuat miras. “Kalau dong jadi katanya dorang akan sita namanya sopi dan lain sebagainya, terus begitu saya pe ade-ade sekolah pake apa,” papar Brayen. Dari penjelasan Brayen itu warga setempat meniarikan ‘torang pe anak so tra bisa kulia kalau nomor 1 jadi’.
Dia juga menyebut berbeda dengan Paslon nomor 2 Usman-Bassam, sebab dalam debat kandidat hanya Usman-Bassam yang sangat ngotot terhadap cara bagaimana percepatan pembangunan jalan lingkar Pulau Obi.
“Hanya Usman-Bassam yang memperjuangkan jalan lingkat Obi saat debat kemarin,” aku Brayen. Sembari menyebut Usman Sidik sudah terbukti sebab sudah beberapa kali di 2 tahun lalu telah membantu keluarga atau mahasiswa Halsel yang saat ini telah melanjutkan studi di Kota Manado.
Lebih detail lagi Brayen bilang beberapa kali Usman Sidik membantu adik-adik mahasiswa di Kota Manado Sulawesi Utara itu bahwa ada isue yakni menyudutkan Usman Sidik membantu karena dengan tujuan akan mencalonkan diri. Brayen langsung menanggapi terus tetangga sebela juga calon tetapi tidak bantu adik-adik mahasiswa di Kota Manado.
Hal yang sama juga dikatakan Bassam Kasuba, bahwa terkait jalan lingkar Pulau Obi sudah ada perencanaan jaringan untuk melaksanakan itu semua, namun semua itu tidak terlepas dari membutuhkan paraf (tanda tangan) seorang kepala daerah dan wakil kepala daerah sehingga semua itu bisa terlaksana dengan baik.
“Semua sudah ada mau kita ke kementrian PU juga sudah ada sisa saya dan pak Usman Sidik punya kewenangan saja, jika terpilih,” aku Bassam.
Bassam mengaku jika terpilih maka akan memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat Pulau Obi, lebih khusus jalan lingkar Pulau Obi sehingga keluarga semua di Pulau Obi bisa meresakan kesejahteran.(sif)












