Isu Pungli, ini Penjelasan Dikbud Halsel dan Mekanisme Dana BOP

Selasa, 16 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Budi Mahmud, Kabid PAUD-TK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halmahera Selatan. (Sadam//segmen.co.id)

Budi Mahmud, Kabid PAUD-TK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halmahera Selatan. (Sadam//segmen.co.id)

LABUHA – Isu miring adanya dugaan pungutan liar (pungli) di Bidan Paud dan TK Dinas Pendidiikan dan Kebudayaan (Dikbud) Halmahera Selatan (Halsel) dibantah keras.

Kabid PAUD-TK Dikbud Halsel Budi Mahmud membantah keras adanya pungutan liar terhadap pengelola PAUD-TK usai pencairan Bantuan Operasional Paud (BOP) tahap ll tahun 2021.

Budi bilang, dana BOP PAUD-TK di Halsel ada kuota 6813 sesuai data Cut Off Dapodik per-30 September 2021 ini adalah 10311 maka terdapat kelebihan 3498 siswa sehingga terdapat pengurangan siswa di 226 lembaga atau PAUD-TK karena kuota hanya capai 6813.

“Atas dasar itu pada akhirnya ada sebahgian lembaga/paud yang tidak terima dengan pengurangan,” kata Budi kepada segmen.co.id Selasa (16/11).

Baca Juga :  Bassam Kasuba Resmi Buka Acara Diklat Prajabatan CPNSD Halsel

Menurutnya, terkait dengan belanja buku yang dianggap ada pungli bahwa sesungguhnya pihak Dikbud Halsel satu bulan sebelumnya sudah menyampaikan lewat grup PAUD dan TK yakni per paket buku seharga 145 ribu.

Lanjut, harga itu sesuai daftar belanja di SIPLA sehingga dipersilahkan lembaga atau pengelola paud langsung pesan sesuai kebutuhan masing-masing sebagai buku pegangan.

“Kami sudah sampaikan lewat grup WhatsApp TK PAUD satu bulan lalu bahwa harga per paket 145 ribu itu harga sesuai daftar belanja SIPLA maka lembaga langsung pesan sesuai kebutuhan,” bebernya.

Masih Budi, terkait pembayaran buku pihak perusahaan tidak bisa mengantar ke lokasi karena volume belanja tiap lembaga hanya 2, 3 dan 4  paket saja maka kesepakatan pihak dinas dengan pihak perusahaan terima buku di Kot Labuha karena secara kebetulan semua lembaga pencairan dana BOP di Labuha.

Baca Juga :  Eka Abusama Belum Daftar di Partai Demokrat Halsel

“Terkait pembayaran pihak perusahaan tidak mau lembaga bayar masing-masing maka kesepakatan kami dan perusahaan adalah kami sebagai perantara untuk mengumpulkan uang buku tersebut dan membayar secara kolektif sesui yang dipesan,” jelasnya.

Budi juga menepis informasi sekitar 50 lembaga yang tidak input Dapodik namun mendapatkan bantuan dana BOP PAUD tahap dua tahun 2021 itu tidak benar karena dari 226 lembaga paud penerima dana BOP tahap dua tahun 2021 adalah benar-benar lembaga yang menginput Dapodik.

“Tidak input di Dapodik maka tidak bisa terima jadi sebanyak 226 lembaga PAUD penerima dana BOP tahap dua tahun 2021 adalah benar-benar lembaga yang menginput Dapodik,” bantah Budi.

Baca Juga :  Dua Akademisi Dukung Penuh Paslon MK-BISA Untuk Masa Depan Malut

Sekedar diketahui Bidan PAUD-TK Dikbud Halsel seagai pelantara untuk membantu pihak pengelola lembaga PAUD-TK untuk memperoleh buku pegangan sebab sebahgian besar lembaga PAUD-TK di Hasel tidak memiliki buku pegangan. Bahkan harga perpaket buku itu sesuai harga di SIPLA.

Buku pegangan yang dimaksudkan ini tidak dipasarkan secara umum sehingga hampir 100 persen pengelola lembaga PAUD mengapresiasi pemesanan buku tersebut untuk dan sebagai buku pegangan PAUD-TK.(sh)

Berita Terkait

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 
Berita Skandal Lelang Cathlab Tiga Wartawan Dipolisikan, PWI Halsel Kecam Iksan Kaleserang
Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan
Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi
Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa
Desak Polda Maluku Utara Usut Tuntas Pelaku Pencuri Kapal Tongkang
Disperkim Halsel Pastikan Pembangunan 20 Unit MCK Leleojaya Tuntas
Ikbal Mustafa Ketum Masatawa Ucapkan Selamat HUT IKA-Togale Halsel ke 21 Tahun
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:29 WIB

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Berita Skandal Lelang Cathlab Tiga Wartawan Dipolisikan, PWI Halsel Kecam Iksan Kaleserang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa

Berita Terbaru

Helmi Umar Mukshin Wakil Bupati Halmahera Selatan. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 

Kamis, 8 Okt 2026 - 00:29 WIB

Rapat Kordinasi Penggunaan Aset Daerah yang dipimpin Wakil Bupati Halsel Helmi Umar Mukhsin. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan

Rabu, 7 Okt 2026 - 09:12 WIB

Bupati Halsel Buka Focus Group Discussion (FGD) I RDTR dan Konsultasi Publik I Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:40 WIB

Kantor Desa Laigoma Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:29 WIB