‘Program Tiga Kali Ekpor Setahun’
![]() |
| Foto bersama usai koordinasi |
Instruksi Menteri Pertanian terhadap seluruh dinas Pertanian provinsi se indonesia untuk dapat melakukan tiga kali ekspor dalam satu tahun. Menindaklanjuti instruksi tersebut, Kepala Dinas Pertaninan Provinsi Maluku Utara (Malut) Zabir Ibrahim mulai melakukan koordinasi dengan Balai Karentina dan beacukai pada Jumat (20/12/2019).
Kunjungan kepala dinas Pertaninan Malut Jabir mengatakan, dua instansi ini adalah pintu masuk yang harus di pertahankan dengan cara menjalin hubungan untuk dapat mengetahui masukan-masukan.
Menurutnya, pada tahun 2020 Malut diberikan tanggungjawab untuk melakukan ekspor sebanyak tiga kali dalam satu tahun dan itu butuh sinergitas dengan instasi teknis dalam hal ini Balai Karentina dan Beacukai.
Selain itu juga, Jabir akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia sehingga, BNI, Mandiri, dan BRI mereka-meraka ini harus dikoordinasikan dengan baaik. Melalui Bank Indonesia untuk mengkoordinasikan dengan semua bank untuk duduk membahas program ekspor tiga kali dalam satu tahun.
“Kordinasi melalui Bank Indonesia untuk membahas program tiga kali ekspor dalam setu tahun,” jelas Jabir.
Kata dia, dalam waktu dekat dinas juga akan berkoordinasi dengan pihak Badan Pusat Statistik (BPS) terkait dengan satu data, dimana semua sector dan sub sector yang ada di dinas harus mampuh melakukan penyesuaian-penyesuaian berhubungan dengan bagaman sumber data pertaninan hanya ada di BPS. Olhneya itu butuh konsolidasi, pelaksan-pelaksana dilapangan dengan memberdayakan kostra tani.
![]() |
| Suasana kordinasi |
Dari hasil koordinasi-koordinasi tersebut fainalnya akan dilakukan pertemuan bersama dinas pertanina kabupaten kota yang direncanakan pada minggu ke dua Januari 2020 nanti, dalam rangka menuntaskan, dari hasil tersebut akan ditindaklanjuti untuk dilakukan ekspor perdana.
Terpisah kepala Balai Karentina Yusuf Patirai menerangkan pertemuan singkat ini sangat di apresiasi. Walaupun balai Karentina adalah instansi pusat akan tetapi juga merumuskan semua program yang ada di daerah dalam rangka pengembangan khusunya bidang pertanian.
Harapanya, kedepan kordinasi seperti ini tetap berjalan, tidak bisa berhenti, karena masalah pertanian ini tidak bisa diselesaikan oleh satu institusi, semua instansi yang berkaitan harus memiliki tanggungjwab untuk memajukan pertaninan di Malut.
“Kemajuan pertanian di Malut merupakan tanggung jawab bersama,” singkat, Yusup.(van)













