JAKARTA – Terkait polemik pembangunan jalan strategis nasional di Pulau Obi antara PT. Harita Group dan Balai Peningkatan Jalan Nasional (BPJN) Wilaya Provinsi Maluku Utara (Malut) terus dimediasi oleh Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) terpilih Usman Sidik.
Usman Sidik mengemukakan selalu siap membela masyarakat Pulau Obi terkait pembangunan jalan strategis nasional, maka dirinya menghimbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan isue atau informasi yang tidak benar.
“Saya akan tetap konsisten membela masyarakat Obi. Maka komunikasi dan koordinasi saat intens saya lakukan dengan PT. Harita Group agar projek jalan untuk kepentingan masyarakat itu bisa terealisasi,” ungkap Usman kepada segmen.co.id Kamis (08/04).
Dia bilang yang jadi polemik sekarang ini terkait lokasi pembangunan jalan, karena pihak balai menginginkan jalan itu dibangun di pesisir pantai tetapi PT. Harita Group menginginkan harus membela gunung dengan alasan pesisir pantai masuk dalam kawasan Izin usaha pertambangan (IUP) mereka.
“Harita menginginkan harus bela gunung, sementara balai juga bersikukuh harus membangun di pesisir pantai maka itu tinggal diselesaikan. Jadi, bukan PT. Harita menolak tetapi mereka inginkan jalan itu dibangun diluar areal IUP Harita maka harus dicarikan solusi karena informasinya DPRD Halsel juga menginginkan jalan itu dibangun di pesisir pantai,” jelas Wabendum DPP PKB itu.
Menurut mantan wartawan kurang lebih 20 tahun itu, kalau polemik soal lokasi pembangunan jalan strategis nasional ini tidak disediakan maka anggaran itu terancam akan ditarik oleh kementerian PU Pusat.
“Saya sebagai Bupati Halsel terpilih sangat prihatin dengan persoalan ini, karena satu sisi PT. Harita sudah ditetapkan sebagai ojek vital Nasional. Tetapi, apapun alasannya pembangunan jalan strategis Nasional harus di bangun di Kepulauan Obi,” tandas Usman.(red)












