LABUHA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Halmahera Selatan (Halsel) menyiapkan 12 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk di Vaksin Cavid-19.
Kabid Guru dan Tenagaan Pendidikan (GTK) Dikbud Halsel, Yusuf Untung, saat diwawancarai Kamis (23/9) mengatakan, saat mulai perekapan data jumlah siswa untuk divaksin.
Yusuf bilang, selain siswa guru di 119 SMP juga ikut disiapkan untuk dakukan vaksin covid-19.
Dia menjelaskan tim sudah turun sosialisasikan program vaksinasi di setiap sekolah, selain siswa guru juga harus divaksin.
“Guru dan siswa SMP harus divaksin, karena proses belajar tatap muka sudah dilaksanakan,” terangnya.
Lebih jauh lagi, menurut Yusuf apabila kedapatan guru SD maupun guru SMP yang tidak divaksin tanpa alasan itu langsung diberikan sangsi tidak diperbolehkan melakukan belajar mengajar tatap muka dengan siswa.
Dirinya mengaska kepsek harus berikan sangsi kepada guru bersangkutan nol jam mata pelajaran (Tidak mengajar).
“Jika guru masih menolak divaksin tanpa alasan langsung diberikan sangsi dilarang mengajar tatap muka, bahkan sangsi lainya diterapkan guru bersangkutan tidak diberikan jam mengajar,” tegas Yusuf.
Terpisah Kasi Pendis Kemenag Halsel, Husain Jafar menyebutkan sebanyak 44 sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTS) yang tersebar di Halsel juga akan berpartisipasi mendukung program vaksinasi.
Husain bilang surat edaran Bupati dan tim satgas covid-19 terkait pelaksanaan vaksinasi di sekolah MTS telah diterima.
“Kami sudah menerima edaran Bupati dan surat dari tim Satgas untuk pelaksanaan program vaksinasi di sekolah, bahkan telah kami tindaklanjut menghimbau kepada seluruh kepala sekolah MTS untuk sosialisasi ke siswa, sebelum tim vaksin turun ke sekolah,” terangnya.
Menurut Husain, vaksinasi merupakan program bersama sehingga tetap ditindaklanjuti, himbauan juga akan kami sampaikan ke 44 kepsek MTS untuk mendukung program vaksinasi di sekolah, pungkasnya.(red)












