Labuha – Pemerintah Provinsi Maluku Utara berencana menggelar festival Pulau Widi sebagai salah satu upaya mengembangkan sektor pariwisata di daerah itu. Namun, rencana tersebut menuai penolakan dari sejumlah pihak, termasuk pemuda Gane.
Salah satu tokoh pemuda Gane, Muhammad Saifudin, mengecam rencana festival Widi yang akan digelar pada bulan November mendatang. Menurutnya, festival tersebut hanya akan membuang energi dan menghabiskan anggaran daerah tanpa memberikan dampak positif apa pun.
“Jangan mengulangi hal yang sama pada beberapa tahun yang lalu, masih segar dalam ingatan kami bagaimana kegiatan Widi International Fishing Tournament (WIFT) tahun 2017 yang tidak memberikan dampak apa pun,” kata Muhammad Saifudin kepada awak media, Selasa (31/10/2023).

Ia mengatakan, Pulau Widi yang seharusnya mendapat kucuran dana APBN sebagai wilayah strategis nasional justru dijadikan ajang pesta-pesta oleh pemerintah provinsi. Ia menilai hal ini sebagai bentuk pembodohan bagi masyarakat Gane.
“Kami menolak festival Widi karena menganggap pemerintah provinsi keliru dalam pengembangan dan peningkatan wisata di Maluku Utara. Seharusnya yang diperhatikan adalah infrastruktur transportasi laut dan darat sehingga para wisatawan dengan mudah mengakses Pulau Widi,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil pansus LKPJ DPRD Provinsi Maluku Utara tahun anggaran 2022 yang merekomendasikan kepada gubernur agar meningkatkan sektor pariwisata karena pendapatan asli daerah (PAD) tidak mencapai target dari sektor tersebut, bukan berarti harus menggelar festival Widi.
“Membuat festival Widi sama artinya dengan membuang garam ke laut. Kami minta pemerintah provinsi lebih bijak dan bertanggung jawab dalam mengelola anggaran daerah,” tutupnya.












