LABUHA – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, mulai bulan Februari tahun 2026 ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan melalui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha akan membuka layanan Cuci Darah (Hemodialisa).
Hal ini merupakan sebuah terobosan penting daerah dibawah pimpinan Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin (Bassam-Helmi), untuk mempermudah akses pengobatan bagi penderita Gagal Ginjal yang membutuhkan terapi rutin.
Disamping itu ini juga merupakan langkah maju RSUD Labuha dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan dasar di Bumi Saruma yang kita cintai.
Direktur RSUD Lubuha, dr. Titin Andriyanti mengatakan hadirnya layanan cuci darah atau Hemodialisa diharapkan dapat memudahkan masyarakat Halmahera Selatan yang selama ini harus dirujuk keluar daerah untuk menjalani terapi cuci darah.
“Memang selama ini kami (RSUD Labuha red) belum memiliki layanan Hemodialisa. Sehingga pasien gagal ginjal yang membutuhkan layanan ini terpaksa harus dirujuk ke luar daerah. Akan tetapi mulai bulan Februari mendatang layanan cici darah sudah di buka di RSUD Labuha,”ujar dr. Titin Andriyanti saat dikonfirmasi kepada wartawan Selasa (31/01/2026).
Titin bilang pembukaan layanan cuci darah akan di resmikan langsung oleh Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba yang dijadwalkan pada tanggal 12 Februari mendatang.
Ia menambahkan bahwa saat ini mulai dari ruangan hingga fasilitas pendukung termasuk personil perawat dan dokter spesialis sudah disiapkan RSUD Labuha untuk menangani pasien Hemodialisa.
“Untuk menangani pasien cuci darah kita siapkan dua orang dokter terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam dan dokter khusus Hemodialisa serta 4 orang perawat yang memiliki pengetahuan khusus,”pungkas Direktur RSUD Labuha ini seraya menabahkan bahwa pelayanan dialisis merupakan kebutuhan vital bagi pasien gagal ginjal di Halmahera Selatan.(ADV)












