Bassam-Helmi Bangun Jaringan Air Bersih di Kasiruta Timur

Selasa, 14 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikbal Mustafa Kadis Perkim Halsel. foto Sadam Hadi|Segmen

Ikbal Mustafa Kadis Perkim Halsel. foto Sadam Hadi|Segmen

LABUHA – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dibawa kepemimpinan Bupati Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Mukhsin memperkuat sistem pembangunan rehabilitasi jaringan air bersih di Desa Leleo Jaya, Kecamatan Kasiruta Timur setelah terdampak sedimentasi dan material yang terbawa aliran sungai.

Pembanungan dilakukan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Halsel tahun 2026.

Kepala Dinas Perkim Halsel, Ikbal Hi. Mustafa, menjelaskan bahwa infrastruktur tersebut merupakan sistem penyediaan air bersih yang mengambil sumber air langsung dari sungai, kemudian mengalirkannya menuju reservoir sebelum didistribusikan kepada masyarakat.

Ikbal bilang, dalam konstruksi sistem air bersih, intake atau bak penangkap menjadi bagian awal yang menerima air dari sumber. Karena berada langsung di badan sungai, komponen tersebut memiliki tingkat paparan tinggi terhadap perubahan debit, endapan lumpur, batu, kayu, dan material lain yang terbawa arus.

Baca Juga :  Peduli Korban Banjir, DWP BPBD Halsel Salurkan Bantuan

“Air dari sumber ditangkap terlebih dahulu melalui intake, kemudian disalurkan ke reservoir sebelum digunakan masyarakat. Jadi bagian yang terdampak berada pada bak penangkap air di sungai,” kata Ikbal Selasa 14 Juli 2026.

Ia menerangkan, gangguan terjadi setelah keseluruhan pekerjaan selesai dikerjakan. Sedimentasi dan material asing yang terbawa arus masuk ke dalam bak penangkap sehingga memengaruhi kelancaran aliran air menuju jaringan penampungan.

Menurut Ikbal, kondisi tersebut termasuk force majeure atau keadaan yang muncul akibat faktor alam dan berada di luar kendali teknis pelaksana pekerjaan.

“Setelah pekerjaan selesai, terjadi sedimentasi dan material dari sungai masuk ke bak penangkap. Kondisi alam seperti ini tidak seluruhnya dapat ditahan, terutama karena sumber air memang berada di sungai,” jelasnya.

Ikbal menegaskan, gangguan tersebut tidak terjadi pada seluruh konstruksi. Dari total nilai pembangunan sekitar Rp1,375 miliar, bagian yang terdampak hanya terdapat pada komponen intake dengan nilai sekitar Rp34 juta.

Baca Juga :  KPU Halsel Persilahkan PPS dan Staf Polisikan PPK

“Bukan seluruh pekerjaan yang mengalami gangguan. Bagian yang terdampak hanya bak penangkap air dengan nilai sekitar Rp34 juta dari keseluruhan anggaran Rp1,375 miliar,” ujarnya.

Dinas Perkim Halael bersama penyedia kemudian melakukan peninjauan teknis untuk mengetahui sumber gangguan sekaligus menentukan metode penanganan yang sesuai dengan karakteristik aliran sungai.

Perbaikan dilakukan dengan anggaran sekitar Rp34 juta. Penanganan difokuskan pada pemulihan bak penangkap serta pemasangan sistem pengaman untuk mengurangi risiko masuknya sedimen dan material asing yang dapat menyebabkan penyumbatan.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat ketahanan teknis intake, sehingga aliran air dari sumber dapat kembali ditangkap dan disuplai menuju reservoir secara lebih stabil.

“Penyedia memiliki iktikad baik untuk melakukan perbaikan. Bak penangkap sudah diperbaiki dan sistem pencegah penyumbatan juga telah dipasang. Seluruh pekerjaannya sudah selesai,” tegas Ikbal.

Baca Juga :  Sekjen GMP: Selamat Usman-Bassam Jadi Pelayan Masyarakat

Dengan selesainya penanganan tersebut, fungsi pengambilan air baku kembali berjalan untuk mendukung pelayanan air bersih masyarakat Desa Loleo Jaya.

Ikbal mengatakan, pembangunan infrastruktur berbasis sumber daya alam membutuhkan pemeliharaan dan pengawasan secara berkelanjutan. Sebab, sistem yang terhubung langsung dengan sungai akan selalu berhadapan dengan perubahan debit, sedimentasi, serta pergerakan material alami.

Karena itu, penanganan yang dilakukan tidak hanya memperbaiki bagian yang terdampak, tetapi juga menjadi langkah mitigasi agar sistem air bersih lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan.

“Yang terpenting adalah fungsi pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga. Infrastruktur ini dibangun untuk memperlancar pemenuhan kebutuhan air bersih warga dan sekarang telah kembali ditangani,” jelas Ikbal.

“Jadi ini bukan rusak parah. Hanya saja fors majure dan sudah selesai di perbaiki semua,” tandasnya mengakhiri.(red) 

Berita Terkait

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 
Berita Skandal Lelang Cathlab Tiga Wartawan Dipolisikan, PWI Halsel Kecam Iksan Kaleserang
Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan
Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi
Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa
Desak Polda Maluku Utara Usut Tuntas Pelaku Pencuri Kapal Tongkang
Disperkim Halsel Pastikan Pembangunan 20 Unit MCK Leleojaya Tuntas
Ikbal Mustafa Ketum Masatawa Ucapkan Selamat HUT IKA-Togale Halsel ke 21 Tahun
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:29 WIB

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Berita Skandal Lelang Cathlab Tiga Wartawan Dipolisikan, PWI Halsel Kecam Iksan Kaleserang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa

Berita Terbaru

Helmi Umar Mukshin Wakil Bupati Halmahera Selatan. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 

Kamis, 8 Okt 2026 - 00:29 WIB

Rapat Kordinasi Penggunaan Aset Daerah yang dipimpin Wakil Bupati Halsel Helmi Umar Mukhsin. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan

Rabu, 7 Okt 2026 - 09:12 WIB

Bupati Halsel Buka Focus Group Discussion (FGD) I RDTR dan Konsultasi Publik I Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:40 WIB

Kantor Desa Laigoma Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:29 WIB