LABUHA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) diduga tidur nyenyak saat warga menangis.
Tangisan warga itu terlihat saat air pasang surut melanda sejumlah desa di bumi Saruma. Akibat bencana itu, puluhan desa dan ratusan rumah warga tergelam lantas air pasang surut dan gelombang tinggi menghantam sejak Ahad (05/12) kemarin hingga Senin (06/12) ini namun belum juga ditanggapi oleh instansi terkait.
Kepala BPBD Halsel Abukarim La Tara kepada sejumlah media Abukarim mengaku belum mengetahui data sejumlah rumah yang rusak akibat air pasang surut dan gelombang tinggi.
Bahkan Abukarim dan kroninya diduga masih bersenang-senang diluar daerah sehingga tidak mengetahui kejadian tersebut.
Padahal hingga Senin pagi jelang siang ini tercatat sudah ratusan pemukiman warga tergenang air.
Mirisnya lagi, Abukarim dan ratusan stafnya belum juga melakukan tanggap terkait keresahan warga itu sebab hingga saat ini belum ada data terkait kejadian naas yang dialami ratusan warga Halsel.
“Dimana-mana terjadi bencana alam khusus Halsel tidak ada satupun pegawan BPBD turun kelokasi,” kata Iwan salah satu warga Halsel kepada segmen.co.id, Senin (06/12).
Iwan juga menyesalkan komentar Kapala BPBD Halsel Abukarim La Tara seperti yang diberitakan salah satu media.
“Diberita Abukarim alasan belum kantongi data. Kan Kapala BPBD wajib perintah kabawa di kabid-kabid dan seksi-seksi maupun staf lainnya agar pastikan dan laporkan,” sesalnya.
Lebih jelas lagi, dirinya menyebut tidak tepat jika tunggu Kepala BPBD Halsel balik ke Halsel baru dapat data terkait jumlah desa serta berapa kerusakan pemukiman warga. “Bukan tunggu ngana pulang dari luar daerah dulu,” tegas dia.
Semtara itu La Jamra Hi Jakaria menegaskan, sejak satu bulan lalu badan metrologi sudah menginformasikan terkaiit prakiran cuaca di Halsel, namun Kepala BPBD dan kabid-kabid serta dinas terkait acu tau alias pura-pura Pongo sehingga saat kejadian mereka tidak siap lantas semuanya keasikan berada diluar daerah.
“Sekitar bulan lalu badan Metrologi sudah mengeluarkan informasi terkait perkiraan cuaca di Halsel tapi BPBD dan dinas terkait pura-pura Pongo,” kata Pengacara muda itu.
Selain BPBD, La Jamra juga menyebut Disperkim Halsel serta dinas lain seharunya punya sikap juga terkait tanggap darurat sehingga paska kejadian langsung bisa ketahui berapa desa serta jumlah rumah warga yang rusak.
“Disperkim dan dinas-dinas lain harusnnya punya sikap juga terkait tanggap darurat agar cepat teratasi warga kita yang kena musiba,” jelasnya.
Menurutnya semua dinas terutama BPBD jangan hanya tunggu perintah Bupati Halsel Usman Sidik barulah turun cek sebab BPBD itu tugasnya tanggap darurat sehingga jadi garda terdepan atasi masalah bencana di bumi Saruma. “BPBD itu tugasnya tanggap darurat jadi jangan tunggu perintah saja baru lakukan,” tegas.
Dirinya meminta Bupati agar evaluasi Kabid-kabid dan kepala BPBD Halsel karena tidak siap jalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.
“Ini perlu dievaluasi seluruh Kabid dan sekretaris bahkan kepala BPBD Halsel,” tegas Ketua Bappilu PDI Perjuangan Halsel itu.
Informasi yang dihimpun redaksi segmen.co.id juga meyebutkan hal yang sama yakni pada awal kejadian naas itu, sejumlah kepala Bidan dan Kepala BPBD Halsel berada diluar daerah, sehingga tidak bisa melalukan tanggap dan kafer terkait jumlah desa dan berapa kerusakan rumah warga.(Dam)












