LABUHA – Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Provinsi Maluku Utara kembali soroti anggaran Festival Marabose tahun 2023.
Anggaran yang terbilang cukup fantastis itu dihabiskan Dinas Parwisata dan Kebudayaan Halsel tanpa ada asas manfaat untuk masyarakat.
“Kegiatan tidak begitu berdampak kepada masyarakat namun habiskan anggaran begitu besar yakni 5 miliar,” ujar Pembina LIRA Malut Said Alkatiri, kepada Segmen, Jumat (18/08).
Maka dari itu Said minta Badan Pemeriksa Keuangan (BPKP) Malut mengaudit 5 miliar anggaran Festival Marabose tahun 2023 ini. “Maka kami minta BPKP Malut segera lakukan audit,” katanya.
Said bilang, kenapa LIRA Malut menduga ada penyimpangan sebab dari sekian kegiatan panitia tengah bekerja sama dengan Even Organizer tetapi masih ada item kegiatan yang di support oleh pihak ketiga yaitu sejumlah perusahan.
“Masa sudah kerja sama dengan EO tetapi masih ada pihak perusahan yang suport pada item kegiatan tertentu. Ini ada apa,” tanya Said.
Menurutnya Jaksa dan Polisi segera menulusuri ada sejumlah kegiatan yang diduga ada indikasi kong kalikong pada kegiatan Festival Marabose ini.
“Penegak hukum segera telusuri ada dugaan indikasi yang mengarah pada korupsi anggaran Festival Marabose 2023 ini,” tegasnya.
Lebih jauh lagi, Pembina LSM LIRA Malut itu menyebut salah satu yang menyimpang adalah anggaran media atau publikasi yang konon katanya tidak sesuai kesepakatan awal sehingga kurangnya terpublikasi sebab pihak media juga merasa kecewa dengan sikap Kadis Parwisata dan Kebudayaan Halsel Ali Dano Hasan serta beberapa kepala bidang.
“Coba tanya ke temang-teman wartawan pasti mereka cerita bagaimana kesepakatan awal dengan Dinas Parwisata tetapi tidak dipenuhi oleh panitia atau dinas,” tandasnya. Habiskan APBD 5 Miliar tetapi hasilnya tidak berbanding lurus.(red)












