YOGYAKARTA – Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara, Hasan Ali Bassam Kasuba menghadiri undangan paparan kajian Pusat Studi Energi di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Bassam Kasuba didampingi jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memenuhi undangan terkait evaluasi dampak ekonomi dan perkembangan wilayah aktivitas pertambangan dan hilirisasi di Kabupaten Halsel, pada Senin (05/07).
Agenda itu berlangsung di Gedung Rektorat UGM, Bupati 36 tahun itu berterima kasi atas dukungan stakeholder kampus ternama di Indonesia itu. UGM Yogyakarta dianggap memberikan perhatian yang tinggal terhadap perkembangan wilayah bagi daerah yang dipimpinnya.
Menurut Ketua Bappilu DPD PKS Halsel itu, kajian yang diberikan oleh Pusat Studi Energi UGM ini menjadi input yang sangat penting agar investasi dan kegiatan pertambangan dan hilirisasi Halsel dapat memberi dampak positif ke masyarakat lokal Pulau Obi khususnya dan Kabupaten Halsel secara umum.
“Kajian Pusat Studi Energi UGM ini dapat menjadi input penting agar investasi pertambangan dan hilirisasi di Halsel memberi dampak positif ke masyarakat Pulau Obi khusus dan Halsel pada umumnya,” kata Bassam kepada segmen.co.id.
Bassam bilang, kajian ini juga akan mengatasi dampak negatif yang mengikuti dalam berbagai kegiatan ekonomi dan investasi.
Calon Bupati Halsel terkuat periode 2024-2029 itu menjelaskan, stabilitas Pertumbuhan ekonomi di Halsel harapannya menumbuhkan kerjasama antar stakeholder dari universitas, perusahaan, dan pemerintah daerah untuk mencetak putra daerah yang professional dan memiliki kapabilitas. “Itu dilakukan sehingga dampak pertumbuhan ekonomi ini dirasakan secara langsung oleh masyarakat lokal,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Studi Energi UGM, Prof. Sarjiya menambahkan pihaknya selau siap menjadi partner siapapun untuk menjadi bagian solusi penyediaan energi hijau dan terbarukan.
Lanjut, selain itu Halsel dan Pulau Obi digadang-gadang menjadi salah satu daerah dengan status Proyek Strategis Nasional (PSN). Sehingga Pusat Studi Energi UGM Yogyakarta ini selalu siap membantu agar investasi yang terjadi di daerah memberikan multiplier effect yang bisa dirasakan masyarakat secara langsung.
“Pusat Studi Energi UGM Yogyakarta ini selalu siap membantu agar investasi yang terjadi di daerah memberikan multiplier effect yang bisa dirasakan masyarakat secara langsung,” papar Prof. Sarjia.
Pusat Studi Energi UGM Yogyakarta juga memaparkan sejak 2016 Kabupaten Halsel terus merasakan dampak positif dari investasi pertambangan di Pulau Obi. Mulai dari PDRB yang terus meningkat, PAD mencatat dua kali lipat kenaikan sejak 2016, penurunan angka kemiskinan, dan pengangguran, sampai kenaikan upah riil atas inflasi.
Akan tetapi, pemerintah Kabupaten Halsel harus selalu aware atas kebutuhan-kebutuhan baru untuk memenuhi progress hilirisasi ekonomi. Seperti penataan ruang, pengolahan air, limbah, kebutuhan sarana transportasi dan logistik, sampai harmoni sosial antara penduduk logal dan pendatang.
Karena itu, social engineering harus jadi concern pemerintah daerah agar tidak jadi pergesekan sosial yang menjadi potensi konflik di masa depan.
Setelah pemaparan kajian, dari PSE UGM rombongan bupati dan kepala OPD diajak berkeliling UGM mengendarai mobil listrik. Mobil listrik yang harapannya menjadi mobil sehari-hari masyarakat yang produksi baterainya berasal dari Pulau Obi, Kabupaten Halsel.(red)












