Cemburu Berujung Maut di Tambang Emas Kusubibi

Jumat, 2 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adi korban meninggal dunia usai ditusuk dengan golok di lokasi tambang emas Desa Kusubibi (Dok: segmen.co.id)

Adi korban meninggal dunia usai ditusuk dengan golok di lokasi tambang emas Desa Kusubibi (Dok: segmen.co.id)

LABUHA – Aktifitas tambang emas di Desa Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) memakan korban.

Kenapa tidak dengan adanya aktifitas tambang emas diduga belum memiliki izin itu kurang lebih 5 ribu penambang dari berbagai daerah datang mengais rezeki di lokasi tersebut.

Mereka mengais rezeki di tambang yang beraktifitas sudah kurang lebih dua tahun itu.

Asmara berujung maut kemabali terjadi ditengah-tengah tidak seharusnya aktifitas tambang itu dilakukan. Sebab seperti yang telah disepakati pemerintah Halsel dan Polres beberapa bulan lalu bahwa aktifitas tambang emas Desa Kusubibi dikarenakan tak memilki izin alias ilegal maka ditutup sementara hingga semua izin-izinnya dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

Tak mampuh menahan cemburunya, Romi warga asal Gorontalo Sulawesi itu harus menghabisi nyawa Adi yang merupakan warga Desa Gilalang Kecamatan Barat Utara dengan cara menusuknya dengan pisau (golok) di bahgian dadah.

Baca Juga :  Ketua APDESI Halsel Bangun Pasar Rakyat Desa Dolik

Lelaki yang sudah beristri itu harus meninggal dunia, akibat ditusuk Romi di lokasi tambang emas.

Hal itu dibenarkan Kapolsek Bacan Barat IPDA Wawan Lauwanto. Ia mengatakan terkait kejadian tindak pidana atau penusukan hingga harus kehilangan nyawa itu terjadi pada hari Rabu 31 Maret (malam) di lokasi tambang emas Desa Kusubibi.

Wawan mengemukakan atas kejadian itu, Adi telah meninggal dunia karena ditusuk dengan pisau (golok) oleh Romi.  Kejadian ini merupakan tindak pidana sehingga Polisi Sektor Bacan Barat telah mengamankan Romi ditahanan Sel Polsek Bacan Barat di Desa Indari.

“Jadi pas kejadian torang so amankan pelaku. Pelaku saat ini ditahan di sel tahanan polsek,” ujar IPDA Wawan kepada segmen.co.id Via Hanpone, Jumat 2 April 2021.

Lanjut, Wawan bilang jasad korban telah diambil keluarga dan sudah dimakamkan di Desa Gilalang. “Untuk korban keluarga sudah bawa sudah pemakaman di Gilalang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Halsel Usman Sidik Resmi Buka Marabose Festival 2023

Menurutnya kasus penusukan hingga pembunuhan terjadi di lokasi tambang, polisi sudah memeriksa beberapa saksi. Bahkan anggotanya telah mengamankan barang bukti berupa pisau dan kaos pelaku (Romi).

“Kejadian dilokasi sih jadi kasus ini prosesnya tetap berjalan, pemeriksaan saksi-saksi dan sekarang semua barang bukti kita sudah kumpulkan,” aku Wawan.

Kapolsek Bacan Barat itu menjelaskan, penyebab dari kasus pembunahan ini adalah soal asmara alias pelaku cemburu dengan korban. “Yang kita dalami kedalam penyebabnya adalah asmara atau perempuan,” paparnya.

Disentil soal sepertu apa cemburu pelaku sehingga harus mengambil tindakan dengan menghabisi nyawa Adi, Wawan mengaku tidak begitu tahu jelas sebab dirinya saat ini masih di Kota Ternate, tetapi pada intinya soal asmara.

Baca Juga :  Kades Jikotamo Minta Polisi Tindak Cafe Istana Laut Milik La Rusu

Lebih jauh lagi, dia menambahkan terkait barang bukti yang diamankam, Wawan menyebut polisi telah mengamanakan barang bukti berupa pisau (golok) yang digunakan serta pakaian pelaku.

“Pakeannya aja dan pisaunya aja sih,” aku Wawan.

Sementara itu informasi yang dihimpun segmen.co.id menyebutkan, pelaku dan korban sama-sama sudah berkeluarga. Akan tetapi keduanya jalin hubungan gelap (pacaran) dengan satu wanita yang berada di lokasi tambang.

Lantaran satu hati terbagi dua, membuat kedua Opel (orang pe laki) itu bentrok saraf alias salin cemburu hingga berujung maut.

Setelah menusuk korban, Romi sempat di hakimi warga penambang hingga babak belur.

Korban sempat dievakuasi oleh warga sekitar. Walaupun sempat dilarikan ke Ibo Kota Kecamatan Bacan Barat namun sayangnya nyawa korban tak bisa tertolongkam.(red)

Berita Terkait

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 
Berita Skandal Lelang Cathlab Tiga Wartawan Dipolisikan, PWI Halsel Kecam Iksan Kaleserang
Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan
Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi
Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa
Desak Polda Maluku Utara Usut Tuntas Pelaku Pencuri Kapal Tongkang
Disperkim Halsel Pastikan Pembangunan 20 Unit MCK Leleojaya Tuntas
Ikbal Mustafa Ketum Masatawa Ucapkan Selamat HUT IKA-Togale Halsel ke 21 Tahun
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:29 WIB

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Berita Skandal Lelang Cathlab Tiga Wartawan Dipolisikan, PWI Halsel Kecam Iksan Kaleserang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa

Berita Terbaru

Helmi Umar Mukshin Wakil Bupati Halmahera Selatan. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 

Kamis, 8 Okt 2026 - 00:29 WIB

Rapat Kordinasi Penggunaan Aset Daerah yang dipimpin Wakil Bupati Halsel Helmi Umar Mukhsin. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan

Rabu, 7 Okt 2026 - 09:12 WIB

Bupati Halsel Buka Focus Group Discussion (FGD) I RDTR dan Konsultasi Publik I Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:40 WIB

Kantor Desa Laigoma Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:29 WIB