
OBI – Pada tanggal 1 Juni 2023 lalu, masyarakat Obi dikejutkan oleh aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Organda Dumptruk Kecamatan Obi.
Demonstrasi tersebut bertujuan untuk menyoroti isu harga bahan bakar minyak (BBM) yang melambung tinggi di wilayah tersebut.
Para demonstran mempertanyakan kebijakan harga BBM yang dianggap tidak sesuai dengan ketentuan yang ada.
Disebutkan, Harga BBM di Obi saat ini mencapai Rp 18.000 untuk jenis Pertalite dan Pertamax, sedangkan solar mencapai Rp 14.000 hingga Rp 15.000 per liter.
Organda dan masyarakat Obi menduga bahwa APMS (Agen Premium Minyak Solar) Kecamatan Obi terlibat dalam penimbunan BBM,
karena warga Obi terpaksa membeli BBM dari sumber yang tidak resmi.
Menyikapi tuntutan masyarakat, ketua Organda Damtruk kecamatan Obi, Darwan Abdul Hasan. menyerukan kepada pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap pimpinan APMS Kecamatan Obi.
“Kami meminta agar pemerintah daerah turun tangan dalam memastikan adanya keadilan dalam pembagian dan penentuan harga BBM di wilayah Obi,” kata Darwan. Selasa, (6/6/23).
Selanjutnya, Mosi tidak percaya juga dilayangkan terhadap pemerintah provinsi dan pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan,
Karena belum ada perbaikan signifikan dalam masalah harga BBM dan pembangunan infrastruktur jalan di Obi, meskipun wilayah ini dikenal sebagai kawasan industri.
Sebelumnya, pihak Organda bersama masyarakat telah melakukan hering dengan pihak pemerintah kecamatan pada Minggu (4/6) kemarin,
Meski begitu, Organda dan masyarakat Obi tetap memberikan waktu selama satu bulan (sejak hering) kepada pemerintah kecamatan untuk menanggapi tuntutan mereka terkait harga BBM.
Mereka mengharapkan bahwa dalam waktu tersebut, pemerintah dapat memanggil pimpinan APMS Kecamatan Obi dan melakukan evaluasi terhadap distribusi dan subsidi BBM yang dianggap tidak tepat sasaran
“Jika tuntutan kami tidak dipenuhi, Organda dan masyarakat Obi tidak segan-segan untuk melanjutkan aksi protes dan memboikot seluruh aktivitas APMS di wilayah tersebut,” tegasnya
Dengan aksi demonstrasi ini, Organda dan masyarakat Obi berharap agar permasalahan harga BBM yang dihadapi dapat segera ditangani oleh pemerintah.
Selain itu, Organda berharap adanya penurunan harga BBM yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan keadilan dalam distribusinya.











