Dibalik Sukses Sosok Nabil Salim Ketum HIKMU Jabodetabek

Selasa, 19 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabil Muhammad Salim (foto//Sadam)

Nabil Muhammad Salim (foto//Sadam)

PERANTAU DARI PULAU REMPAH

CERITA dari Kairo, Mesir.

Kairo, Senin Jam 19.00, 18 Januari 1965, seorang bidan membantu proses persalinan Ibu Aminah Abdullah di sebuah rumah sakit Ali Ibrahim di Kairo, Mesir. Dalam catatan khusus mengenai kelahiran itu, yang dikeluarkan oleh Kantor Catatn Sipil Dokki El-Gi Za No. 36/94/120-383835, disebutkan anak tersebut tercatat dalam buku pendaftaran sipil di Dokki pada tanggal 26 Januari 1965 Bagian petama No. 461.

Bayi laki-laki dari pasangan Aminah Abdullah dan Muhammad Salim Amin itu adalah anak pertama dari pasangan yang kelak memiliki lima anak dari perkawinan itu. Bayi itu diberi nama Nabil Muhammad Salim yang akrab disapa Bulbul.

Nama Bulbul diambil dari nama Burung Bulbul atau songbirds yang dikenal dengan kicauannya yang begitu indah. Burung Bulbul mempunyai suara yang sangat tajam dalam berkicau. Kicauannya juga merupakan tanda dalam mempertahankan wilayah kekuasaan. Bahkan hewan ini juga pernah ada dalam kisah Nabi Sulaiman AS yang dibantu oleh Bulbul. Kisah burung Bulbul tercantum dalam Al-Quran Surat Al-Ma’idah ayat 110.

Bulbul dilahirkan didalam keluarga berpendidikan dan berpandangan maju. Ibunya adalah Aminah Abdullah Al-Alawi, putri dari Abdullah Al-Alawi dari Yaman Selatan. Ibu Aminah seorang keturunan Jepang.

Muhammad Salim Amin, Ayah dari Bulbul adalah seorang yang berpikiran maju. Ayahnya setelah menamatkan Pendidikan dikampung kecil Ngofagita Makian. Ia melanjutkan Pendidikan di Ternate, kemudian ke Makassar dan seterusnya ke Bangil Pasuruan Jawa Timur. Berbekal beasiswa, Muhammad Salim Amin meneruskan Pendidikan di Universitas Al-Azhar Mesir seangkatan dengan Prof. Qurais Shihab.

Sekitar tahun1963 Muhammad Salim Amin menemukan jodohnya dan menikahi seorang gadis cantik keturunan Hadramaut Yaman Selatan-Jepang bernama Aminah Abdullah Al-Alawi.
Bulbul dan adiknya yang kedua, Amin Muhammad Salim, adalah kelahiran Kairo. Selama di Kairo, Bulbul kecil Bersama adik dan kedua orangtuanya tinggal di 3 Rue Abdul Mukti Badr’Abidin Cairo.

Setelah menyelesaikan Pendidikan di Universitas Al-Azhar Cairo Mesir tahun 1965, Ayah Bulbul berniat kembali ke Indonesia. Karena situasi keamanan tidak baik, orangtuanya memutuskan tetap tinggal di Kairo, menunggu sampai situasi membaik. Saat Bulbul menginjak usia dua tahun, Tahun 1967, kedua orangtuanya akhirnya kembali ke tanah air. Ayah Bulbul, Drs. Muhammad Salim Amin, L.c. kemudian mempelopori berdirinya Sekolah Persiapan Institut Agama Islam Negeri (SPIAN) Alauddin Makassar di Ternate, cikal bakal IAIN dan Perguruan Muhammadiyah.

CERITA DARI PULAU REMPAH.

Pada awalnya tak semudah membalikkan telapak tangan untuk mengajak Aminah Abdullah Al-Alawi ke Indonesia. Sangat mudah dipahami, karena wanita tentulah gentar menembus medan berat lautan, hijrah ke negeri orang yang sama sekali tak dikenalnya. Terbayang berbagai kerepotan yang akan terjadi, menyesuaikan budaya kehidupan, belajar Bahasa dan menahan rindu pada kampung halaman.

Baca Juga :  Warga Apresiasi Pembangunan Lanjutan RSP Makian

Tapi ayah Bulbul terus memberi keyakinan, Indonesia khususnya pulau rempah Ternate merupakan negeri penuh harapan baik. Tak perlu gentar untuk hijrah ke negeri ini. Akhirnya Ibu Bulbul setuju mengikuti ayahnya. Lembaran barupun dimulai. Ibu Bulbul dengan segala kebaikan hatinya berjuang untuk bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan di pulau rempah, Ternate. Dimata Bulbul, perjuangan ayahnya sangat menginspirasi. Ayah sangat berkomitmen membangun fondasi yang kuat bagi keluarga. Dengan susah payah dia merancang dasar hidup kokoh sebelum membawa ibunya ke Ternate. Itu merupakan sikap penuh martabat dari seorang ayah. Ayahnya mengajari banyak hal, tentang tanggung jawab dan pengorbanan yang diwarnai cinta.

Mengerahkan kemampuan terbaiknya bagi orang-orang terdekat yang dia sayangi. Ibu Bulbul berusaha melebur dan mengembangkan pergaulan dengan keluarga ayah juga warga sekitar. Kedua orangtua Bulbul memperlihatkan relasi harmoni yang menyejukkan. Ayah Bulbul dengan penuh komitmen menunjukkan semangat tinggi. Ibunya dengan penuh pengertian menyiapkan hari yang baik. Ibu Bulbul tak pernah meributkan kesibukan ayahnya. Tidak ada keributan yang tak perlu. Rasa pengertian diantara keduanya sangat mengagumkan. Bulbul melihat dua orangtua yang menjalani fungsi orang tua dengan sangat ideal. Mereka menjadi pelindung, payung peneduh dan sumber kesejahteraan.

Begitu mendengar nama Ustadz Salim Amin, ingatan sesepuh masyarakat Pulau Makian seketika tertuju pada seorang kepala desa yang ketokohan dan perilaku kesehariannya selalu menjadi tauladan. Adalah Haji Amin Abubakar, kepala desa ngofagita yang karena ketauladanan dan kerendahan hatinya, sampai-sampai warga Ngofagita menobatkannya sebagai kepala desa seumur hidup, sampai ia sendiri yang memutuskan memberhentikan dirinya sebagai kepala desa. Pemerintah Indonesia saat itu kemudian menganugerahkannya sebagai kepala desa teladan.

Tidak hanya warga ngofagita tapi seantero masyarakat pulau Makian turut bangga atas torehan prestasi Haji Amin Abubakar, sang kepala desa yang legendaris itu, yang tak lain adalah kakek dari Nabil Salim alias Bulbul. Sepertinya buah jatuh tak jauh dari pohonnya.

CERITA DARI RANTAU.

Bulbul remaja tetap tidak berubah, pendiam dan pemalu. Tapi tekad dan semangatnya mengejar cita-cita, mengarungi setiap jenjang Pendidikan tak pernah padam. Bangku sekolah SD, SMP, SMA dilaluinya dengan lancar dan tepat waktu. Komitmen dan perhatian ayahnya terhadap Pendidikan anak-anaknya yang begitu tinggi, mendorong Bulbul remaja mengikuti jejak ayahnya menapak jenjang Pendidikan yang lebih tinggi.

Lepas SMAN 1 Ternate, tahun 1983, dan ditahun itu juga Bulbul mendaftar dan diterima sebagai mahasiswa jurusan pertambangan di Universitas Veteran Republik Indonesia ( UVRI) Makassar. Sebagai mahasiswa, Bulbul tak hanya disibukkan dengan aktivitas kampus semata, tapi juga berkecimpung dalam kegiatan organisasi kedaerahan, sebagai ketua Makayoa Makassar. Bulbul baru menyandang gelar insinyur pertambangan tahun 1993.
Tanpa jedah, setelah mengantongi gelar insinyur pertambangan, Bulbul kemudian hijrah ke Jakarta. Tanpa menunggu lama, ia akhirnya diterima bekerja pada perusahaan pertambangan. Diperusahaan itu selama kurang lebih sepuluh tahun, alumni SMN I Ternate itu mendedikasikan pengabdiannya, sampai pada akhirnya ia memutuskan hengkang dan membangun usaha sendiri.

Baca Juga :  PT. Antam Sumbang 12 Hewan qurban

Ketika diawal-awal proses membangun usaha itulah, lulusan SD Islamiyah 4 Ternate yang dikenal pendiam dan rendah hati ini menemukan mitra usaha yang serasi dan memiliki komitmen kuat dalam berusaha. Dialah Sari Anggraini, gadis Padang Sumatera Barat, kelahiran 17 April 1967, penyokong dan penyemangat utama bagi anak muda blasteran Ngofagita Makian-Hadramaut Yaman Selatan-Jepang dalam mengarungi perjalanan usahanya. Perempuan alim dan ulet dalam menata setiap peluang usahanya itu kemudian di takdirkan Allah SWT menjadi pendamping hidup putra pertama Drs. Muhammad Salim Amin, L.c dan Aminah Abdullah Al-Alawi. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai bayi laki-laki yang diberi nama Rafly Muhammad Adhirajasa, yang kini tercatat sebagai mahasiswa semester 3 pada Fakultas Kedokteran Umum Universitas YARSI Jakarta.

Usaha perminyakan SPBU atau pombensin yang digeluti Bulbul bersama isteri dan koleganya sukses karena sudah beranak pinak. Sedikitnya sudah 20 SPBU tersebar di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi, Bandung, Cianjur bahkan sampai ke Kota Padang. Jaringan usaha Bulbul bersama mitranya tidak hanya bergerak dibidang perminyakan (SPBU), tapi juga merambah kebisnis properti dan sukses membangun Majolelo Townhouse, hunian exclusive di tengah jantung kota Padang, yang terkenal karena posisinya strategis, sangat dekat dari Masjid Raya Sumatera Barat. Dijelaskan Bulbul yang juga tercatat sebagai pemegang saham sekaligus Direktur Operasional, kalau perusahaannya itu telah melakukan ekspansi usaha dengan menggeluti bisnis rumah sakit. Rumah Sakit Umum Satria Medika beralamt di Jl. Raya Bantar Gebang Setu No. 119, Kelurahan Padurenan Kec. Mustika Jaya, Kota Bekasi itu sudah difungsikan sejak 2017 sampai sekarang.

Beramal Bersama HIKMU Jabodetabek 

Mengemban tanggung jawab dan memastikan setiap jaringan usaha perusahaannya tetap berjalan dan mendatangkan hasil, bukanlah pekerjaan mudah. Karena setiap saat menuntut ketersediaan waktu dan pikiran yang focus bagi seorang Bulbul, Direktur Operasional, bagi keberhasilan semua jenis usaha yang semakin menggurita itu.

Ketika Ia terpilih secara aklamasi memimpin Hikmu, organisasi kekeluargaan yang dibentuk perantau pulau rempah, baca Maluku Utara, yang berdomisili di Jakarta-Bogor-Depok,Tangerang-Bekasi, terbersit dibenaknya bisakah ia membagi waktu agar tidak mengecewakan kepercayaan dan harapan sesama basudara perantau itu. Disaat yang bersamaan, ia jadi ingat nasihat ayahnya yang juga seorang pendidik sekaligus ulama yang disegani, terus perbanyak nilai kebaikan yang bermanfaat bagi sesama.

Mungkin pesan itu kurang berarti bagi orang lain, tapi bagi seorang Bulbul, nilai kebaikan yang diajarkan dan ditanamkan oleh kedua orangtuanya itulah yang membentuk jiwa kesetiakawan sosialnya.

Harapan Bulbul, kedepan keberadaan dan program Hikmu benar-benar nyata bermanfaat bagi sesama perantau Maluku Utara juga bagi kemajuan dan kesejahteraan Masyarakat di seluruh jazirah Moloku Kie Raha. Dan untuk menggali lebih jauh terkait harapan dan program Hikmu, berikut petikan wawancara Bambang Widodo dengan Bendahara Makayoa Jakarta yang juga Ketua Umum Hikmu, Ir. Nabil M. Salim yang akrab disapa Bulbul:

Baca Juga :  Tak Kantongi IMB, PT. Wanatiara Persada Terancam

Kabarnya jumlah warga perantau dari Maluku Utara yang tinggal diseputaran Jabodetabek mencapai puluhan ribu. Sebenarnya yang pastinya berapa?
Terkait dengan yang saudara tanyakan, mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi kita sudah punya data lengkap dan akurat. Tim kerja sedang menyiapkan data base. Karena itu menjadi prioritas utama dalam mendukung program Hikmu, agar tepat sasaran dan tepat manfaat.

Saya berikan contoh kegiatan pasar murah yang kalau tidak ada perubahan akan kita selenggarakan pada tanggal 7 Oktober 2023 di Veladron Rawamangun Jakarta Timur. Kita ingin menjual bahan kebutuhan pokok yang terjamin mutunya dengan harga murah, jauh dibawah harga pasar, langsung ke rumah warga kita yang secara ekonomi kurang mampu. Program semacam ini dan sejenisnya akan Hikmu lakukan secara berkala. Tentu dengan mengajak sejumlah stakeholder terkait. Di bidang olahraga khususnya sepakbola, sudah terbentuk Team Hikmu Kie Raha FC.

Apa yang diharapkan dengan adanya program-program tadi?

Tujuan awalnya Hikmu dibentuk untuk memelihara hubungan silaturrahim antar sesama perantau Maluku Utara tetap terjaga melalui kegiatan tahunan seperti halal bihalal. Kedepan, keberadaan Hikmu tak cukup sampai disitu. Harus lebih luas dan bermakna kemanusiaan terutama bagi warga kita yang membutuhkan bantuan. Harapan saya, kedepan keberadaan Hikmu harus lebih berarti dan dirasakan manfaatnya, tidak hanya bagi warga perantau dimanapun berada, tapi juga bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan Masyarakat Maluku Utara secara keseluruhan.

Bisa dijelaskan seperti apa peran Hikmu bagi kemajuan daerah Maluku Utara dan kesejahteraan masyarakatnya.
Di Hikmu ini berkumpul cukup banyak ahli dengan kompetensinya masing-masing. Ahli yang terdata di Hikmu Jabodetabek, Bandung, Yokyakarta, Solo, Surabaya, Malang cukup banyak. Hikmu sedapat mungkin punya program yang memungkinkan ahli-ahli kita bisa duduk bersama menyumbangkan pikiran mereka sesuai kompetensi dan pengalaman masing-masing sebagai solusi bagi kemajuan Maluku Utara. Hikmu Jabodetabek sedang menyiapkan rencana itu yang bisa dilaksanakan berkala dan dalam skala nasional.

Ada wacana yang akhir-akhir ini terus disuarakan diinternal Hikmu terkait pembentukan Hikmu Nasional. Bisa dijelaskan? Keinginan itu sudah lama. Dan itu tidak salah, ada baiknya juga. Keinginan yang baik itu, perlu di dukung dan didorong dengan dilandasi itikad baik agar bisa terwujud. Di internal Hikmu Jabodetabek sudah bulat menyepakati dan tim perumus sudah bekerja. Harapannya adanya semangat dan nawaetu yang sama dengan teman Hikmu lainnya.

OLEH: Muhammad Bin Teher

Berita Terkait

ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur
Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi
40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026
Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN
Terseret Kasus Jual Tanah Topsoil Polres Halsel Periksa Kades Hidayat
Uji Komitmen Kapolres Halsel Tutup Tambang Ilegal di Kali Raim Liaro
Fajri Ahmad Anak Buah Sherly di Halsel Jadi Tukang Jual Tanah Topsoil Ilegal
Tak Kantongi Izin DLH Halsel Akui Pengambilan Tanah Topsoil di Hidayat Ilegal
Berita ini 113 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:32 WIB

ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:42 WIB

Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:29 WIB

40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:20 WIB

Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN

Rabu, 29 Juli 2026 - 05:14 WIB

Terseret Kasus Jual Tanah Topsoil Polres Halsel Periksa Kades Hidayat

Berita Terbaru

Kantor DPRD Kabupaten Halmahera Selatan

Berita Terkini

ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur

Kamis, 30 Jul 2026 - 10:32 WIB

Sahmar M. Zen, Direktur PARADE Maluku Utara. foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi

Kamis, 30 Jul 2026 - 09:42 WIB

Berita Terkini

40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026

Kamis, 30 Jul 2026 - 00:29 WIB

Berita Terkini

Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN

Kamis, 30 Jul 2026 - 00:20 WIB