LABUHA – Masyarakat Desa Dorolamo mengeluhkan bangunan Sakolah Dasar Negeri 95 Halmahera Selatan. SDN 95 yang terletak di Desa Dorolamo Kecamatan Kayoa, seakan-akan dianak tirikan pemda setempat.
Sebab fasilitas penunjang pendidikan di SDN 95 Halsel butuh perhatian serius Pemda Halsel untuk dapat bantuan renofasi bangunan tersebut.
Minggu Aba, Ketua Komite SDN 95 Halsel, saat dihubungi segmen.co.id, belum lama ini, vhia Hanpone mengatakan, rasa prihati dengan kondisi bangunan yang dibangun pada tahun 2001 silam. Kini bangunanya sudah tidak nyaman digunakan apalagi dihuni para siswa.
Menurut Om Minggu sapaannya, bangunan SDN 95 itu ada empat lokal (ruangan) tiga diantaranya difungsikan sebagai ruang belajar dan satu ruangan untuk guru dan Kepala Sekolah (Kepsek) itu di bangun sejak tahun 2001. SDN 95 Halsel dengan tuju Guru empat Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan tiga orang masih status honor atau Pegawai Tidak Tetap.
“Bangunan sekolah ada empat lokal, tiga lokal untuk ruang belajar siswa, dan satunya ruang kepala dewan guru sekaligus ruang Kepsek,” ujar om Minggu belum lama ini.
Lanjut dia, dengan menceritakan fisik atau fasilitas mulai dari plafon yang rusak gegara seng atau atap sudah bocor itu, namun sudah jelang lima tahun ini belum juga diperhatikan Pemda Halsel atau Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar).
“Kondisi sekolah ini tidak memungkinkan namun sudah berkisar lima tahun ini belum juga diperhatikan Dikjar Halsel,” aku om Minggu dengan nada sedih.
Terpisah serupa dikatakan, Ketua BPD Desa Dorolamo Amran Sabtu. Amran bilang fasilitas atau bangunan SDN 95 Halsel rusak sejak beberapa tahun lalu namun hingga kini belum ada bantuan renofasi serta perbaiki dari Pemda atau Dikjar Halsel.
Mirisnya, Sabtu mengaku Pemerintah Desa Dorolamo telah mengusulkan kepada Kepsek SDN 95 Rasyid A. Rahman untuk menyampaikan kepada Dikjar Halsel namun sampai saat ini juga belum ada bantuan berupa renovasi terkait kerusakan bangunan itu.
“Kami dari BPD dan Pemerintah Desa Dorolamo telah usul Kepala Sekolah Rasyid A. Rahman untuk menyampaikan kerusakan sekolah itu ke Pemda atau Dikjar Halsel, tapi belum,” pintanya.(sh)












