LABUHA – Jelang Ramadhan 2024 Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Minya tanah di Kecamatan Halmahera Selatan (Halse) dikeluhkan.
Warga setempat mengaku kecewa dengan pembagian jata BBM jenis minyak tanah atau BBM Subsidi di Desa Hidayat.
Mereka mengaku minyak sebanyak 5 Ton yang untuk masyarakat sekitar yang dikelolah oleh pangkalan di seputaran Desa Hidayat belum dibagikan sudah semua sudah habis. Kehabisan BBM subsidi ini diduga dijual keluar dengan harga yang lebih tinggi.
“Minyak masuk tanggal 4 dan 5 karena 2 pangkalan sekarang tanggal 7 sudah habis, padahal kita punya jatah belum ambil,” kata salah satu warga sekitar.
Ini baru tiga hari tetapi sudah habis, padahal fungsi pangkalan itu untuk melayani warga sekitar yang membutuhkan minyak tanah subsidi dari pemerintah sesuai jatah yang telah tertera di kopun masing-masing kartu keluarga berdomisili di Hidayat.
“Ini minyak subsidi milik masyarakat yang membutuhkan sesuai jatahnya masing-masing tetapi karena sudah dijual akhirnya kita warga tidak dapat,” sedalnya.
Dia meminta agar Pemda Halsel melalui Disperindagpol segera mencabut izinya sebab kejadian seperti ini sudah berulang kali.
“Sudah ulang kali mereka jual diluar pakai mobil sehingga jata masyarakat tidak ada lagi, ini tidak bisa dibiarkan. Kami minta Bupati memerintahkan Disperindag dan Dinas Perizinan segera cabut izinnya,” tandasnya.
Menanggapi dugaan BBM subsidi dijual keluar oleh oknum-oknum pangkalan, Kepala Dinas Perindagkop Halsel Ardiani Rajilun mengatakan sejauh ini belum ada warga yang melapor soal kelangkaan BBM subsidi.
Bahkan keluhan itu Ardiani belum mengetahui dari warga Desa Hidayat kompleka apa?
“Maaf sampai hari ini tidak ada masyarakat yang melapor,” ujar Ardiani kepada Segmen.co.id, Sabtu (09/03).
Dirinya meminta agar informasi keluhan itu jelas agar bisa ditindak lanjuti untuk ditertibkan izin pangkalan BBM subsidi di Desa Hidayat. “Dan kalau bole tahu keluhkan warga Hidayat sabalah mana,” tandasnya.(red)












