LABUHA – Keluarga Besar Hi Sadik Djafar Noch akan segera melaksanakan sebuah acara haul yang memperingati almarhum Guru Besar Spiritual mereka.
Imran Hi Sadik Djafar Noch, anak kedua almarhum, dalam wawancara mengungkapkan bahwa haul ini merupakan bentuk penghormatan atas jasa-jasa almarhum semasa hidupnya.
“Acara ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan persaudaraan di antara keluarga, anak cucu, dan para murid almarhum yang pernah dekat dengannya,” kata Imran. Melalui keterangan resmi yang diterima media ini pada Kamis, (20/7/2023).
Menurut Imran, haul ini juga menjadi perintah agama sebagai bentuk wujud ke-Islam-iaan, sebagaimana pesan-pesan bijak yang diajarkan almarhum selama hidupnya.
Pesan-pesan tersebut memotivasi keluarga besar, anak cucu, dan para muridnya untuk menginisiasi acara haul ini.
Keputusan ini akan menandai Haul Perdana dan akan dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2023 nanti.
Acara Haul Perdana akan dimulai dengan perjalanan menuju Pulau Wora-Wora, dekat dengan desa Kampung Baru Kecamatan Botang Lomang, tempat kelahiran dan peristirahatan terakhir almarhum.
Di Pulau ini, para peserta akan melaksanakan jiarah di makam almarhum sebagai wujud penghormatan dan kecintaan kepada Guru Besar Spiritual.
Ko Im, sapaan akrab Imran, juga menegaskan bahwa kegiatan ini akan menjadi momen bersejarah.
Setelah selesai di Pulau Wora-Wora, rombongan akan menuju desa Lele, Kecamatan Mandioli Utara, Kabupaten Halmahera Selatan.
Di desa inilah pembacaan doa akan dipusatkan bersama keluarga besar, anak cucu, dan seluruh halayak (masyarakat) yang hadir dari Pulau Bacan, Pulau Mandioli, Pulau Botang Lomang, dan Pulau Kasiruta.
Dijelaskan, Perjalanan ini bukan hanya untuk mengenang almarhum Guru Besar, tapi juga bertujuan untuk memperkuat tali silaturahmi dengan mengundang keluarga besar dari marga lain yang memiliki hubungan garis keturunan dengan keluarga Hi Sadik Djafar Noch.
Dalam daftar undangan haul ini termasuk keluarga besar almarhum Guru Besar Hi Abdul Jabbar Usman, keluarga besar anak cucu Basrah di Tafasoho, Busua, Bokimaake, Tawa, Loleojaya, Sawanakar, Kampong Makian, dan Bajo Kayoa, serta keluarga besar Togubu di Desa Salih dan Batulak Gane Barat Utara, beserta sekitarnya.
“Haul ini menjadi sebuah sarana untuk menjalin hubungan persaudaraan yang kuat dan saling mendoakan, terutama untuk bangsa dan negara. Semoga acara yang penuh makna ini membawa berkah dan menjauhkan dari musibah,” harap Imran.
Haul Perdana untuk mengenang Guru Besar Spiritual Hi Sadik Djafar Noch ini, kata Imran, akan menjadi saat yang amat disegani oleh keluarga besar, anak cucu, dan para halayak yang merasa dekat dengan sosok almarhum.
“Semoga acara ini menjadi sebuah momentum berharga dalam mewujudkan nilai-nilai keislaman dan persaudaraan yang menjadi ciri khas keluarga Hi Sadik Djafar Noch,” Pungkasnya.












