
Labuha, segmen.co.id – Sikap tidak terpuji kembali ditunjukan Kepala Desa (Kades) Kampung Baru Kecamatan Kepulauan Botang lomang Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Fauji Bin Usman,
pasalnya Kades yang terkenal arogan itu diduga telah melecehkan profesi wartawan dan juga upaya melawan hukum dengan cara menghalang-halangi kinerja wartawan saat melakukan tugas peliputan.
Perlakuan tidak terpuji oleh kades itu ditujukan kepada salah seorang wartawan media online makuhida.com biro Halsel, bernama Yuldi. saat itu ia (Yuldi) tengah mengonfirmasi Kades Fauji atas dugaan kerja sama dengan salah satu oknum pegawai (ASN) Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) dalam praktek korupsi pengelolaan Dana Desa (DD) di Kampung Baru
dilansir dari makuhida.com menyebut Kejadian bermula, sekitar pukul 15.50 WIT (19/08) bertempat di kantor DPMD. Yuldi yang saat itu hendak mengkonfirmasi kades Fauji dan salah satu oknum pegawai DPMD
sebelumnya yang bersangkutan ke kantor DPMD karena telah membuat janji antara dirinya dengan sumber (Oknum Pegawai DPMD) disaat bersamaan datang juga Kades Fauji
“saat saya baru mulai konfirmasi ke oknum pegawai DPMD itu, kades langsung berupaya halangi pembicaraan saya bahkan dia bilang bahwa saya tidak cocok jadi wartawan cocoknya usaha ikan dasar supaya bisa menafkahi anak isteri,” terang Yuldi
“Cari kerja tu yang bersih jangan yang tidak masuk akal,” ungkap Yuldi sebagaimana penuturan kades Fauji saat di kantor DPMD (rekaman audio).
Lanjut dia, bahkan Kades menuding bahwa pemberitaan terkait dugaan korupsi Dana Desa Kampung Baru adalah pemberitaan yang fitnah dan memanfaatkan profesi wartawan.
“Bahkan Kades juga ancam tabrak saya dengan motor” jelas Yuldi
“Kalau saya tidak pikir anak kampung sudah saya tabrak dengan motor” demikian ancaman kades atas dirinya (rekaman audio)

Diketahui desa Kampung Baru dalam masa 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Usman-Bassam pernah dilakukan sidak langsung oleh Bupati Usman, alhasil ditemukan banyak pelanggaran di desa, bahkan saat ini desa Kampung baru sedang menunggu hasil audit dari Inspektorat Halsel detail kerugian Negara atas dugaan korupsi DD
Hingga berita ini dipublish, kades Fauji belum juga dapat dihubungi guna dimintai keterangannya terkait dugaan pencemaran profesi wartawan dan ancaman yang diterima saudara Yuldi. (Red/IpL)











