LABUHA – Ada-ada saja kecelakaan tunggal seret seorang Manager Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Cabang Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara inisial MS masih menyisakan tanda tanya.
Mungkin jabatan yang diembannya mampu mengintervensi sejumlah instansi baik penegak hukum hingga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha.
Data diperoleh Redaksi Segmen menyebutkan, kecelakan tunggal itu karena bersangkutan MS saat berkendaraan dengan keadaan dipengaruhi alkohol alias mabuk.
Selain itu, mabol Hilux warna Hitam Nomor Polisi (Nopol) B 9730 SAN luar Maluku Utara.
Jabatan Terancam
Pelaku tabrak kios dan tiga motor itu, berinisial MS. Dalam Mobil MS tidak sendiri melainkan dengan seorang wanita inisial S.
MS sendiri telah berkeluarga sedangkan S adalah seorang janda yang telah bercerai dengan suaminya.
Bahkan usai Laka tunggal itu, hingga masuk hari ke lima Sat Lantas Polres Halsel tak mengetahui ahliwal persoalan tersebut.
Padahal kecelakan lalu lintas merupakan tugas polisi lalulintas. Apalagi lokasi kejadian perkara (TKP) hanya berjarak 10 kilo dari Kantor Polres Halsel.
Kasat Lantas Polres Halsel IPTU Irfan Muzafar Zundani enggan memberikan tanggapan ketika dikonfirmasi terkait perihat tersebut, Sabtu 31 Januari 2026 dua hari setelah kejadian.
Berbeda dengan sejumlah bawahannya yang enggan mau diberitakan namanya mengaku hingga hari ke tiga kejadian laka di Wayamiga belum ada laporan.
“Kami tidak tahu, belum ada laporan, kejadian kapan itu,” ungkapnya.
Sementara sejumlah saksi yang ditemui di lokasi kejadian mengaku, pelaku penabrak atau MS nyaris diamuk masyarakat setempat karena diduga mabuk saat menyetir mobil.
Menurut mereka, didalam mobil saat kejadian ada dua orang yakni MS dan S.
“Iya yang bawa mobil itu mabuk, dia dengan seorang wanita, masyarakat sekitar sudah marah karena yang bawa oto (mobil) suda mabuk,” kata warga saat menyaksikan mobil Hilux hitam tersangkut didalam kios.
Interfensi Antar Instansi Pemerintah.
Masih penelusuran Redaksi Segmen menerangkan MS dan S ketika dilarikan ke RSUD Labuha tidak mau sosok S diketahui publik.
MS bahkan meminta petugas RSUD Labuha agar tidak memberi keterangan kepada siapapun soal wanita yang bersamanya dirawat.
Alhasil data pasien S wanita misterius itu ditiadakan, semua masuk tanggungan serta data pasien di RSUD Labuha hanya MS.
“Gak usa daftarkan dia S, biar obat mau pun lainnya masuk ke saya, dan tolong jangan kase tahu siapapun parampuan ini kecelakaan dengan saya,” mengulangi kata MS dengan nada bermohon.
S dirawat tanpa identitas sebagai pasien padahal S juga mengalami luka sobek yang dijahit oleh petugas RSUD.
Sementara MS mengalami luka sobek di tangan bagian kiri.
MS ketika dikonfirmasi enggan menempik, padahal telah membaca isi pesan singgat konfrimasi Redaksi Segmen.
Orang nomor satu di BUMN Cabang Daerah Halsel ini memlilih memblokir kontak wartawan.
Untuk diketahui kecelakan itu terjadi tepat di komplek Wayamiga baru Desa Wayamiga Kecamatan Bacan Timur, Kamis 29 Januari 2026 pukul 03:30 WIT dini hari atau tepat jam 3 subu.
Mobil Hilux Nopol B 9730 SAN dari arah Babang menuju Labuha dengan kecepatan tinggi langsung menghantam kios warga dan tiga motor rusak berat. Mobil tersebut tersangkut dalam rumah atau kios warga. (red)












