LABUHA – Banjir Bandang kembali menghantam pemukiman warga Desa Doro, Kecamatan Gane Barat. Fenomena alam yang tidak bisa di predikisi manusia kapan saja bisa terjadi sudah menjadi langganan tetap warga Doro sejak lama.
Pada Rabu 29 Juli 2020 kemarin, Desa Doro kembali di hantam banjir bandang kesekian kalinya, namun lagi-lagi Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) seakan-akan tutup mata dengan keresahan warga.
Kepala Desa Soro Idris Umsohi mengatakan banjir terjadi di Desa Doro kali ini secara tiba-tiba akibat hujan yang turun terus-menerus. Kondisi ini menyebabkan ketika terjadinya hujan deras dalam waktu yang singkat, langsung terjadi banjir di pemukiman warganya.
“Desa Doro memang sudah langanan banjir. 14 Juli 2020 kemarin 24 rumah warga Desa Doro dihantam banjir, hari ini Pukul 10:00 Wit hingga saat ini masih banjir,” ungkap Kepala Desa Doro Idris Umsohi kepada segmen.co.id, Vhia WhatsApp, Rabu (29/7) kemarin.
Terpisah salah satu warga Desa Doro, Alfian M. Ali meminta, Pemda Halsel harus serius menangani banjir bandang di Desa Doro tersebut. Sebab sebelumnya juga sering terjadi akan tetapi Pemda Halsel seakan-akan tidak peduli dengan kegelisaan warga Doro.
Mirisnya, Alfian merasa kecewa dengan Bupati Halsel Bahrain Kasuba yang sempat berjanji dalam jangka dua bulan bakal menangani banjir bandang yang di alamni warga Doro.
“Tahun lalu pada 24 Juli 2019 ketika terjadi banjir bandang Bupati Halsel Bahrain Kasuba sendiri sudah berjanji akan menangani banjir bandang di Desa Doro dengan mendatangkan bronjong, namun sampai saat ini bronjongnya tidak ada,” kesalnya.
Lebih aneh lagi ditahun ini tepat Selasa 14 Juli Desa Doro dihantam banjir bandang juga dengan kerusakan 24 rumah warga namun Pemda Halsel yang dipimpina Bharain Kasuba melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hanya memberi bantuan 40 ‘dos’ Supermi dan beberapa karung Beras.
Alvian menegaskan warga Doro tidak meminta Supermi dan Beras akan tetapi warga membutuhkan pencegaahan agar tidak terjadi banjir lagi di pemukiman warga dengan cara buatkan bronjong.
“Warga tidak meminta Bupati Halsel Bahrain Kasuba bawa datang logistik berupa supermi, beras dan gula. Tetapi kami minta Bupati Bahrain Kasuba datangkan bantuan bronjong,” pintanya. Sembari menegaskan masyarakat Doro sangat kecewa dengan Pemda Halsel sebab Bupati Bahrain telah menganaktirikan warga Desa Doro.
Sekedar diketahui belum lama ini masyarakat Desa Doro bersama Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Persiapan Bacan dua kali melakukan demonstrasi di Kantor Bupati Halsel menuntut agar pemda segera dan wajib hukumnya menangani banjir bandang yang menimpa warga Desa Doro.(sh)












