JAKRTA – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) Jakarta kecam rencana aksi oknum yang membawa nama organisasi. Sebab aksi itu dinilai hanya kepentingan oknum alias pribadi bukan kepentingan organisasi dan masyarakat.
Hal itu ditegaskan Cak Fahris Fungsionaris PB HMI Jakarta. Cak Fahris menyesalkan sikap oknum-oknum tertentu secara person yang mengatasnamakan HMI Jakarta.
Cak Fahris bilang sehubungan dengan Flayer yang tersebar di media sosial (Facebook-WhatsApp) terkait Seruan Aksi isu ijazah palsu yang mengatasnakan HMI Jakarta itu bukan secara kolektif, akan tetapi kepentingan perseorangan atau oknum-oknum tertentu.
“Saya tegaskan bahwa itu mengatasnamakan pribadi,” kata Cak Fahris, dalam rilisnya yang diterima media ini, Kamis (17/09).
Lanjutnya dia, menilai rencana gerakan aksi yang bakal dilakukan pada Senin (21/09) nanti atas namakan HMI Jakarta itu tindakan secara pribadi mereka bukan kelembagaan alias HMI Jakarta.
“Saya menilai bahwa gerakan yang akan dilakukan pada Senin tanggal 21 September 2020 nanti yang mengatasnamakan HMI Jakarta itu adalah tindakan sepihak,” jelasnya.
Fongsionaris PB HMI Jakarta periode 2018-2020 menegaskan, apa yang dilakukan oknum tertentu yang membawa nama HMI Jakarta sangat mencedrai nama baik, selaku kader HMI Jakarta Cak Fahris akui akan berdampak negatif terhadap nama baik HMI Jakarta.
“Hal ini akan berdampak negatif terhadap nama baik HMI Jakarta,” tandas Fahris. Sembari menyebut HMI adalah organisasi besar jadi jangan digunakan untuk kepentingan orang-orang terntu.(van)












