LABUHA – Meski pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Periode 2024-2029 masih 7 bulan kedepan, namun koalisi antara partai politik (Parpol) mulai terang.
Untuk mendapatkan tiket ikut bertarung di Pilkada Halsel butuh 6 kursi dari 30 kursi di DPRD.
Koalisi yang kini mulai final adalah petahana atau incumbent. Bupati Halsel Bassam Kasuba dikabarkan final berkoalisi dengan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).
Hanura sendiri pada Pileg 14 Februari kemarin mendapat 1 kursi di Dapil 4 Pulau Obi. Sedangkan partai milik Bupati termuda itu mengantongi 5 kursi atau fraksi penuh.
Bahkan PKS periode 2024-2029 bakal memimpin DPRD Halsel, lantas pileg 14 Februari kemarin PKS mengantongi suara terbanyak.
Salah satu sumber terpercaya segmen.co.id menyebutkan, koalisi PKS dan Partai Hanura mulai ada kepastian. Sebab Pilgub Malut juga koaisi PKS-Hanura yang mengusung Dr. Muhammad Kasuba dan Basri Salama. Basri Salama adalah Ketua Partai Hanura Malut.
Koalisi itu juga final di Pilkada Halsel yakni Partai Hanura berkoalisi dengan PKS mengusung Bassam Kasuba bertarung di Pilkada 27 November 2024 mendatang.
“Iya Halsel juga final koalisi PKS-Hanura, dan itu cukup memenuhi syarat karena PKS 5 kursi sedangkan Hanura 1 kursi jadi total 6 kursi,” kata orang dekat Bassam kepada segmen.co.id, Sabtu (13/04).
Menurutnya, saat ini PKS juga masih membangun beberapa partai politik untuk berkoalisi di Pilkada Halsel. Komunikasi politik itu kata dia akan membuahkan hasil yang baik untuk melanjutkan pembangunan Halsel berkelanjutan.
“Selain Hanura parpol lain juga sementara bangun komunikasi politik dan insyah Allah membuakan hasil yang baik untuk dan demi senyum Halsel berkelanjutan,” tandasnya.(red)












