 |
| Ketua Prodi Geografi STKIP Kie Raha Ternate, Alwi La Masinu memimpin prosesi pengambilan sumpah dan janji jabatan Himapro-Geo periode 2019-2020. Alwi membacakan satu demi satu poin kemudian diikuti para pengurus himapro. |
Pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi Geografi (Himapro-Geo) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Kie Raha Ternate periode 2019-2020 resmi di lantik, Rabu (16/10) kemarin. Pelantikan berdasarkan Surat Ketua Program Studi (Prodi) Geografi STKIP nomor; 306/X/KPG/2019.
Ketua Himapro-Geo terpilih, Iskandar Malik dalam sambutannya mengingatkan komposisi pengurusnya agar tetap berfikir kristis dan progresif dalam mendorong kemajuan Himapro-Geo. Pesan itu menurut dia, demi tercapainya suatu tujuan dalam membahas setiap masalah atau problem.
“Hasil maksimal yang nantinya ingin dicapai, tidak bisa diraih hanya dengan mengandalkan kemampuannya sendiri, tetapi harus didukung oleh semua anggota himapro,” katanya. “Marilah kita bergandengan tangan bersama-sama memajukan himapro dan prodi geografi menjadi lebih baik,” kata Iskandar menambahkan.
Ketua Prodi Geografi STKIP Kie Raha, Alwi La Masinu menambahkan, kehadiran organisai internal prodi atau himapro harus mampu menjalankan program-program organisasi yang inovatif. Himapro, kata dia, harus menjadi perpanjangan tangan program studi, baik bersinergi dari aspek akademik maupun sosial kemasyarakatan.
“Mahasiswa yang tergabung di dalam Himapro bukan hanya bergelut dalam dunia akademik saja, melainkan harus terjun ke masyarakat yang diimplementasikan dalam bentuk pengabdian masyarakat,” tuturnya.
Alumnus Teknik Geologi Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar ini menyarankan, sikap atau pikiran kritis yang di miliki mahasiswa geografi harus di landasi tiga komponen, yaitu berfikir objektif, subjektif dan konsisten.
“Kepada kepengurusan himapro yang di lantik agar membuat satu kegiatan untuk menyambut hari sumpah pemuda pada 28 Oktober nanti. Saya sarankan tema atau tajuk yang diangkat nanti adalah ‘Maluku Utara dalam Krisis Ekologi,” pintanya.
Ketua Ikatan Alumni Geografi (IKA-Geo) Usman Amirudin mengatakan, revitalisasi sebuah organisasi mencakup perbaikan aspek team word, network dan aspek pengkaderan. Upaya ini untuk mengvitalkan atau menghiupkan (Himapro-Geo) yang dulunya pernah vakum, bahkan mengalami kemunduran dan degradasi.
Agar tidak kembali vakum, Usman menyarankan Himapro-Geo menjadi wadah kegiatan mahasiswa dalam mengembangkan bakat, minat dan potensi mahasiwa, mengembangkan kreatifitas kepekaan berupa nalar kritis dan keberanian, serta mengembangkan tanggung jawab sosial melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
“Harapannya adalah kepengurusan yang baru dilantik selalu menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan akademik. Serta menjaga amanah dengan sunguh-sunguh, menjaga dan melangsungkan keberlangsungan organisasi yang di embannya, dan menjaga citra Himapro sebagai himpunan yang tetap unggulan,” harapnya. (red/release)