LABUHA – WargaNet alias pengguna media sosial (Facebook) menanggapi dengan berbagai komentar pedas terkhadap Pengakuan pemotongan gaji Panitia Pemungutan Suara (PPS) 15 desa se-Kecamatan Pulau Makian oleh Panitia Pemungutan Suara tingkat Kecamatan.
Tanggapan pedas alias kata-kata pahit dan berbagai kritikan bahkan desakan ditindak terhadap kebijakan yang tak sepantasnya dilakukan PPK Pulau Makian itu setelah segmen.co.id memberitakan dengan judul berita ‘Ancam Lapor di Kejati, PPK Pulau Makian Akui Potong Gaji PPS’ di soial media (Facebook) edisi Sabtu (02/01/2021) kemarin.
Beberapa akun Facebook itu tak menunggu lama setelah membaca berita tersebut. Sala satu akun Mudafar Salomake mengetakan sadis alias mengejutkan terkait berita ancaman pelaporan dan akhirnya di akui itu. Bahkan katanya jika bisa laporkan secara menyeluruh baik itu PPK dan Panwascam se Kabupaten Halmahera Selatan.
“Ngeri, kalau bole laporkan secara menyeluruh saja. Baik itu PPK dan Panwascam se-Kabupaten Halmahera Selatan,” tulis akun Mudafar Salomake.
Lanjut, Mudafar Salomake juga menulis setelah dilaporkan secara menyeluru nanti penegak hukum yang melakukan pengembangannya. “Nanti pengembangannya di penegakan hukum, sehingga terkesan bukan hanya Pulau Makian,” komentarnya.
Lain lagi yang lontarkan akun Nan Prpakanda Nan pada kolom komentar yang sama. Nan Prapakanda Nan menyebut kalau makan barang milik orang lain bukan manusia akan tetapi sejenis binatang. “Klau makan orang p barang hanya binatang sj….jadi klau manusia makan orang p hak itu sejenis binatang,” tulis Nan Prapakanda Nan.
Sedikit berbeda juga dituliskan akun Sunarpin Budiman Adam dia menulis mereka (PPK Pulau Makian) itu kira uang pribadi jadi seenaknya buat apa. Bahkan dia juga menyebut PPK jangan anggap PPS tidak tahu alias ‘bodok’ jadi seenaknya PPK berbuat semaunya. Bahkan akun Sunarpin Budiman Adam mengajak agar semua PPS harus kompak sebab pada tahun sebelumnya juga terjadi demikian.
“kira itu uang pribadi mereka jadi seenaknya mereka mau buat apa. Mereka pikir kita² ini orang bodoh jadi mereka seenaknya berbuat semau mereka, dari tahun² sebelumnya juga demikian ini tdk bisa dia biarkan, kita sebagai PPS harus kompak,” tegas komentar akun Sunarpin Budiman Adam menanggapi berita itu.
Pedis juga yang dilontarkan Iwan Ridwan pada kolom komentar yang sama. Iwan Ridwan mengatakan baru jaat PPK saja sudah makan gaji bawahan, apalagi jadi pejabat besar akan staf kecap alias menghabisi gaji staf. “Baru jabat PPK saja so lipaa Kase rata anak buah p gaji kong jadi pejabat Basar lagi akan staff kecap kong,” lontar Iwan Ridwan. Sembari bilang usut tuntas kasus tersebut jangan biarkan mereka (PPK Pulau Makian) bangga dengan memanfaatkan kekurangan orang lain.
“Usut tuntas kasus tsb jangan biarkan mereka bangga dengan memanfaatkan kekurangan orang lain,” desak akun Facebook Iwan Ridwan.
Selain itu akun nama Susylawati Iskar juga mengontari soal berita pengakuan pemotongan gaji PPS. Dia menyebut coba ditelusuri semua PPK sebab terkait potong memotong ini terjadi pada semua PPK dengan alasan perjalanan dinas PPK terlalu kecil. Bahkan katanya jika ditarik mundur lagi honor Panitia Pemutakhiran Data Penduduk (PPDP) yang seharusnya 2 bulan tetapi diberikan hanya 1 bulan.
“Coba telusuri semua PPK, karena potong memotong honor PPS itu berlaku semua dengan alasan, perjalanan Dinas PPK terlalu kecil, bahkan Kalau mau mundur jauh ke belakang, Honor PPDP yang harusnya 2 bulan cuma dikasih 1 bulan saja,” sorot akun Susylawati Iskar.
Susylawati Iskar juga menyebut jangankan Makian dan Kayoa tetapi di Pulau Bacan juga dipotong bahkan ada juga tidak diberikan. Bahkan dia mengajak Wartawan agar mengecek terkait pemotongan itu di PPK lainya sehingga tidak terkesan dendam politik karena hanya Kecamatan Pulau Makian yang di presur masalah ini, jika berani bongkar juga di Kecamatan Bacan.
“Jangan hanya makian kayoa di bacan saja dong Potong kong, bahkan satu bulan fol tra kase, coba wartawan cek, takutnya jangan sampai dianggap ada dendam dengan PPK makian terus hanya bisa Presur berita PPK makian saja, kalau berani buka PPK bacan,” tulis Susylawati Iskar pada kolom komentar itu.(Dam)












