 |
| Muhammad Aqhabul. |
Sekretaris Desa Bisui, Kecamatan Gane Timur, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Muhammad Aqhabul menyayangkan pemberitaan dugaan penganiayaan yang dimuat di media daring kabardaerah.com.
Maksud konfirmasi, lanjut Aqhabul, menanyakan kebenaran atau kronologis kejadian. “Paling tidak wartawan yang menulis berita harus konfirmasi ke saya dengan maksud agar ada perimbangan berita,” kata Aqhabul, Senin (15/6) dalam keterangan tertulis yang di terima segmen.co.id.
Aqhabul menjelaskan kronologis kejadian. Ia mengatakan, pemkulan terhadap Abutalib Hakim (salah warga Bisui) itu bermula ketika dirinya menegur Warga yang sementara melakukan pesta perkawinan di masa pandemik.
Namun teguran untuk tidak berkerumun tersebut, lanjut Aqhabul, di balas dengan bentak dan saat itu Abutalib dalam keadaan mabuk. “Selain sekretaris desa, saya juga bagian gugus tugas covid-19 di tingkat desa. Awalnya Saya datang ke rumah Om Saman yang sedang merayakan pesta pernikahan anaknya, saya jelaskan secara baik-baik bahwa untuk sementara waktu masyarakat belum bisa dijinkan melakukan acara mendatangkan banyak orang, apalagi sekarang di tengah wabah covid 19. Pihak keluarga merespon dengan sangat baik,” ucapnya.
“Namun sekitar pukul 9.00 WIT malam, masyarakat tetap melakukan pesta ronggeng sampe (sampai) jam 12 malam. Waktu itu listrik mati jadi dong (mereka) so (sudah) tra (tidak) bisa baronggeng (joget). Kira-kira pukul 1 lewat listri kembali manyala dan dongkembali putar lagu, saya kemudian datang ulang tegur baik-baik tapi malah di bantah tidak sopan oleh saudara Abutalib yang dalam keadaan mabuk. Abutalib bilang kalau dia sudah sampaikan (meminta ijin) ke bapak Kapolsek Gane Timur. Mendengar itu saya jadi emosi dan pukul ke wajahnya satu kali,” Aqhabul menceritakan kronologi peristiwa pemukulan.
Ia mengaku kesal dengan tingkah Abutalib. Seharusnya kata dia, masyarakat tetap berikhtiar dengan mengikuti anjuran protokol pencegahan virus corona pemerintah. Salah satunya tidak bikin kerumunan.
“Padahal yang saya sampaikan itu untuk kebaikan kita semua, bukan untuk saya dan keluarga tapi untuk desa juga,” sebutnya. (red)