LABUHA – Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) terus berinovasi untuk mendukung program Smart City dan mempermudah pelayanan bagi para pencari kerja (Pencaker).
Salah satu inovasi yang dilakukan adalah meluncurkan aplikasi Sistem Pelayanan Integrasi Kerja (SIPINKER) yang dirancang oleh Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Nakertrans) Halsel.
SIPINKER adalah aplikasi yang memungkinkan para Pencaker untuk membuat kartu kuning dan administrasi pendukung lainnya secara online.
Aplikasi ini juga terintegrasi dengan tujuh menu yang menawarkan berbagai layanan terkait transmigrasi dan tenaga kerja di Halsel.
Kepala Dinas Nakertrans Halsel, Soadri Inggratubun, mengatakan bahwa SIPINKER merupakan bentuk dukungan terhadap visi Bupati Halsel, yang ingin mewujudkan Labuha Smart City menuju Halsel digitalisasi.
“Kami ingin memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat, khususnya para Pencaker, dalam mengurus perizinan dan administrasi yang berkaitan dengan transmigrasi dan tenaga kerja,” ujar Soadri, Rabu (29/11/2023).
Soadri menjelaskan bahwa SIPINKER merupakan solusi. Ia berharap bahwa aplikasi ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan efisiensi anggaran.
“Dengan SIPINKER, para Pencaker tidak perlu lagi datang ke kantor kami untuk membuat kartu kuning. Mereka cukup mengakses aplikasi ini melalui smartphone atau komputer dan mengisi data yang diperlukan. Kartu kuning akan dikirimkan melalui email atau bisa dicetak sendiri,” jelas Soadri.
Soadri menambahkan bahwa SIPINKER juga memiliki fitur lain yang bermanfaat bagi para Pencaker, seperti informasi lowongan kerja, pelatihan, bursa kerja, dan konsultasi karir. Ia mengatakan bahwa aplikasi ini akan terus dikembangkan dan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan dan masukan dari masyarakat.
“Kami berencana meluncurkan SIPINKER secara resmi pada tanggal 23 Desember 2023. Kami mengundang semua Pencaker dan masyarakat Halsel untuk mencoba dan memanfaatkan aplikasi ini,” tutur Soadri.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Aslima Kasuba, mengatakan bahwa SIPINKER merupakan inovasi pertama di Maluku Utara yang menghadirkan pelayanan kartu kuning secara online.
Ia mengaku bangga karena Halsel menjadi salah satu dari 20 kabupaten di Indonesia yang berhasil menerapkan sistem ini.
“Kami mendapat penghargaan dari pusat atas capaian ini. Ini menunjukkan bahwa Halsel mampu bersaing dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” ucap Aslima.
Aslima mengungkapkan bahwa ide membuat SIPINKER muncul dari hasil riset yang ia lakukan terkait kebutuhan masyarakat dalam perlengkapan administrasi untuk pencari kerja.
Ia menemukan bahwa banyak masyarakat yang harus mengeluarkan biaya besar dan waktu lama untuk datang ke Labuha hanya untuk membuat kartu kuning.
“Kami melihat ini sebagai masalah yang harus kami selesaikan. Kami berpikir bagaimana agar memudahkan para Pencaker dalam pembuatan kartu kuning. Dari situlah kami merancang SIPINKER,” ungkap Aslima.
Aslima berharap bahwa SIPINKER dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya para Pencaker, dalam mencari dan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka.
Ia juga mengajak semua pihak untuk mendukung dan mensukseskan program ini.
“SIPINKER adalah aplikasi yang dibuat untuk masyarakat. Kami mengharapkan partisipasi dan kerjasama dari semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, untuk memanfaatkan dan mengembangkan aplikasi ini. Kami yakin bahwa dengan SIPINKER, Halsel akan semakin maju dan sejahtera,” pungkas Aslima.












