Tambang Ilegal Anggai Operasi Dibalik Garis Polisi, Dua Orang Meninggal Polres Halsel Lalai

Minggu, 14 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUHA – Peristiwa berdarah yang terjadi di kawasan Tambang Emas Anggai, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, pada Selasa 9 Juni 20226 malam sekitar pukul 21.00 WIT, menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan.

Insiden yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia itu dinilai sebagai bentuk kegagalan aparat kepolisian dalam mengantisipasi potensi konflik di wilayah pertambangan ilegal.

Ketua Parade Maluku Utara, Sahmar Ebams, mengatakan tragedi tersebut merupakan bentuk kelalaian Aparat Penegak Hukum (APH) yang dinilai kurang maksimal dalam melakukan pengawasan dan pengamanan di lokasi tambang ilegal yang selama ini dikenal rawan konflik.

Sahmar menyebut, lokasi tambang emas yang belum mengantongi perpanjangan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) Desa Anggai ini telah dilakukan pemasangan Garis Polisi oleh Polda Maluku Utara dan Polres Halsel itu sendiri. Artinya areal tersebut belum bisa ada aktifitas pertambangan namun kenyataan TKP yang meranggut nyawa itu pada lokasi tambang ilegal tersebut.

Baca Juga :  Pangkas DAK-DAU 93 Miliar, ini Penjelasan Pemda Halsel

“Peristiwa ini tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa. Kami menilai ada kelalaian dari aparat penegak hukum dalam melakukan langkah-langkah pencegahan sehingga konflik yang terjadi berujung pada hilangnya nyawa manusia,” tegasnya kepada Redaksi Segmen, Ahad 14 Juni 2026.

Diketahui, korban pertama bernama Dadang Elajouw (18), warga Desa Anggai, meninggal dunia akibat luka yang diduga disebabkan oleh senjata tajam (Sajam).

Setelah kejadian tersebut, terduga pelaku pembunuhan sempat meninggalkan lokasi sebelum akhirnya ditemukan massa di sekitar jembatan dekat SMA Desa Anggai.

Dalam situasi yang memanas, terduga pelaku menjadi sasaran amukan massa hingga dilaporkan meninggal dunia.

Peristiwa tersebut menambah panjang daftar kasus kekerasan yang terjadi di kawasan pertambangan rakyat ilegal di wilayah Obi.

Baca Juga :  Bupati Halsel Lakukan Peletakan Batu Pertama Masjid Al-Tarbiyah Desa Balitata

Sahmar Ketua Parade Malut ini mendesak Polsek Obi dan Polres Halsel untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional dan transparan, termasuk mengevaluasi sistem pengamanan di kawasan tambang agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kami meminta Kapolsek Obi dan Kapolres Halsel dan jajaran segera mengungkap fakta sebenarnya, termasuk penyebab terjadinya bentrokan yang berujung pada dua korban jiwa. Negara tidak boleh kalah dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, tim dari Polres Halsel telah bergerak ke lokasi untuk melakukan penyelidikan, mengumpulkan keterangan saksi, serta mengungkap kronologi lengkap peristiwa tersebut.

Kasat Reskrim Polres Halsel IPTU Wahyu membenarkan perihal tersebut.

Wahyu mengaku saat ini Polres Halsel telah melakukan penyelidikan terkait kasus pembunuhan pada lokasi tambang ilegal Desa Anggai tersebut.

Baca Juga :  Wawali Sumbang 1 Ekor Sapi di Mesjid Sultan Ternate

“Sementara kami masih lakukan penyelidikan,” kata IPU Wahyu kepada Redaksi Segmen.

Wahyu bilang, setelah kejadian dirinya bersama anggota langsung turun ke TKP untuk melakukan olah TKP serta memeriksa sejumlah saksi. “Sejak kejadian langsung ke Obi bersama anggota,” singkatnya.

Namun pihaknya tidak menjelaska secara detail sudah berapa saksi yang diperiksa serta penyebab pembunuhan tersebut.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik dan memunculkan desakan agar pemerintah daerah bersama Polres Halsel dan jajaran memperketat pengawasan aktivitas pertambangan ilegal yang telah di pasang polisi line agar tidak lagi ada aktifitas pertambangan ilegal demi mencegah terulangnya tragedi serupa di kemudian hari.

Redaksi Segmen masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari pihak kepolisian terkait identitas lengkap terduga pelaku, kronologi kejadian, serta penyebab pasti kematiannya.(red)

Berita Terkait

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 
Berita Skandal Lelang Cathlab Tiga Wartawan Dipolisikan, PWI Halsel Kecam Iksan Kaleserang
Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan
Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi
Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa
Desak Polda Maluku Utara Usut Tuntas Pelaku Pencuri Kapal Tongkang
Disperkim Halsel Pastikan Pembangunan 20 Unit MCK Leleojaya Tuntas
Ikbal Mustafa Ketum Masatawa Ucapkan Selamat HUT IKA-Togale Halsel ke 21 Tahun
Berita ini 103 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:29 WIB

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Berita Skandal Lelang Cathlab Tiga Wartawan Dipolisikan, PWI Halsel Kecam Iksan Kaleserang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa

Berita Terbaru

Helmi Umar Mukshin Wakil Bupati Halmahera Selatan. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 

Kamis, 8 Okt 2026 - 00:29 WIB

Rapat Kordinasi Penggunaan Aset Daerah yang dipimpin Wakil Bupati Halsel Helmi Umar Mukhsin. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan

Rabu, 7 Okt 2026 - 09:12 WIB

Bupati Halsel Buka Focus Group Discussion (FGD) I RDTR dan Konsultasi Publik I Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:40 WIB

Kantor Desa Laigoma Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:29 WIB