Fahmi: Pengecekan Merupakan Kunjungan Rutin BKMG
 |
| Foto bersama Ketua Prodi Geografi STKIP Kie Raha Ternate, Alwi La Masinu (kameja) dan Tim BKMG Kelas I Babullah Ternate |
Tim Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Babullah Ternate mengunjungi Program Studi Geografi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP), Senin (11/11). Kungjungan tersebut Tim BMKG mengecek kelayakan alat penakar hujan atau OBS.
PMG Pelaksana Lanjutan (forecaster) BMKG Kelas I Babullah Ternate, Fachmi Bacdar menuturkan, pengecekan alat OBS merupakan kunjungan rutin tiap tahun. Pada pengecekan itu dengan pola inpeksi tes hujan. “Inpeksi tes hujan sendiri dimana didalamnya kita memeriksa pelaratan alat penakar hujan, apakah masih layak dipakai atau tidak dan kelayak lokasi pemasangan alat. Untuk lokasi kita cek apakah masih layak atau tidak,” jelas Fachmi.
“Dari hasil pengecakan, baik alat maupun lokasi masih layak dipakai. Dua-duanya masih masuk kategori layak,” sambungnya.
Fahmi menargetkan kedepan penakar hujan yang terpasang di Program Studi (Prodi) Geografi STKIP di uptade atau di otomalisasi OBS dari manual atau non recording menjadi Automatic weather station (AWS). Pengamatan otomatis ini bukan hanya menghasilkan data curah hujan lokasi setempat tetapi termasuk unsur-unsur cuaca lainnya seperti suhu dan arah angin.
“Dimana keterkaitan unsur-unsur tersebut sangat terkait dalam pebuatan prakiraan cuaca untuk wilayah Kota Ternate. Karena itu kita berupaya rencana akan ditindaklanjuti ke atasan terus kemudian ke pusat. Tujuannya agar bagaimana alat OBS ini bisa di otomalisasi,” terangnya.
Fachmi menyebut kelakayan data curah hujan harian hasil pengamatan OBS secara manual yang dilakukan tenaga pengajar dan mahasiswa Prodi Geografi STKIP cukup bagus. Meski begitu kata dia, data itu belum bisa dijadikan patokan dalam penentuan klasifikasi iklim suatu daerah atau wilayah.
“Sesuai aturan belum bisa jadi patokan. Bisa dipakai kalau keperluan penelitian, tapi itupun dengan minimal datanya 3 tahun, semakin lama semakin bagus. Sesuai aturan BMKG sendiri data tersebut bisa dijadikan patokan kalau sudah 30 tahun,” kata Fachmi.
Ketua Prodi Geografi STKIP Kie Raha Ternate, Alwi La Masinu mendukung rencana BMKG melakukan otomalisasi OBS manual atau non recording menjadi Automatic weather station (AWS). Alumnus megister di Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar ini berharap BMKG Kelas I Babullah Ternate bisa memasang balon udara di STKIP untuk memantau arah gerakan pola angin harian.
“Ini sebatas baru usulan. Kalau sudah terpasang, kami berharap kerjasama ini hasilnya bisa dimanfaatkan banya pihak, baik pengamat, instansi terkait dan tentu mahasiswa prodi geografi dan masyarakat umum,” katanya.
“Kami juga mendukung Stasiun Meteorologi dan Klimatologi Kelas I Babullah Ternate dalam hal berkalaborasi yang orentasinya pada pendidikan tinggi, pendidikan menengah dan masyarakat untuk menyebarkan informasi dari Stasiun Meteorologi dan Klimatologi,” tambahnya. (red)