Labuha, segmen.co.id – Dinas pemberdayaan masyarakat desa (DPMD) kabupaten Halmahera Selatan menyesali sikap segelintir warga desa Batutaga kecamatan Kepulauan Botang Lomang yang terkesan sengaja merawat kegaduhan di desa
Berawal dari tuduhan sepihak warga yang menilai Direktur Bumdes (Hartati Umar) tidak secara transparan dalam mengelola anggaran Bumdes
Tidak sampai disitu, segelintir warga yang mengatasnamakan kepentingan masyarakat ini sempat mendatangi kantor DPMD untuk meminta dana Bumdes yang telah digelontorkan itu dikembalikan kepada warga untuk di kelola sendiri
Menurut Munadir Hamid selaku Kabid Bumdes dirinya merasa heran melihat sikap beberapa orang yang dimana mendesak agar direktur Bumdes yang terpilih secara musyawarah itu untuk segera turun dari jabatan yang baru berumur empat bulan atau baru mulai kerja sejak bulan Mei lalu
Padahal secara regulasi, Bumdes baru bisa membuat laporan pertanggungjawaban hasil pengelolaan anggaran ketika sampai pada waktu enam bulan atau satu tahun Bumdes itu beroperasi
“Ada sebuah desakan dan itu saya anggap tidak merepresentasi semua masyarakat, hanya segelintir orang saja yang coba mendesak agar supaya Direktur Bumdes yang baru (Hartati Umar) supaya mengundurkan diri” ucap Munadir kepada segmen. senin, (20/09)
Diketahui, pada Jum’at (17/09) kemarin Kabid Bumdes telah bersama pihak Tenaga pendamping profesional kabupaten (P3MD) turun ke desa Batutaga guna melakukan upaya penyelesaian masalah namun hal ini menurutnya tidak membawa hasil yang baik
“Makanya saya sampaikan ke kades, harus jelih melihat ini jangan hanya karena kepentingan satu dua orang saja kemudian jadi gaduh atau saling adu domba” jelasnya
Bahkan kata dia dengan melihat kualitas Direktur Bumdes Batutaga yang sekarang, Seharusnya pemerintah desa bersama masyarakat bisa optimis karena latar belakang yang bersangkutan ialah seorang pengusaha
Berdasarkan pengalaman yang bersangkutan sudah tentu skill ini yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan roda perekonomian di desa
Lantas apa untungnya kalau yang bersangkutan digeser?
“Secara pribadi dia tidak rugi malah yang rugi kan nanti desa, Poin penting yang harus dipahami pemdes Batutaga ialah untuk mencari orang dengan kualitas seperti Hartati Umar itu sekarang langkah” tegas Munadir
Untuk itu sebagai pemerintah desa, kades diharapkan dapat menjadi penengah yang baik agar keberlangsungan hajat hidup masyarakat didesa dapat berjalan aman
Ia juga berharap setiap kepala desa dituntut harus lebih pro aktif dalam menyikapi setiap persoalan di desa
Seperti diketahui, Bumdes Batutaga sebelumnya pernah ada di Tahun 2018, dibawah kepemimpinan direktur Yasni Salasa. Yang tidak lain adalah menantu Kades Batutaga Tamrin Latuconsina
Dengan penyertaan modal yang bersumber dari dana desa (DD) kala itu kurang lebih sebesar Rp.50.000.000 (lima puluh juta rupiah). Dengan unit usaha yang dijalankan ialah bentuk simpan pinjam kepada masyarakat Batutaga
namun dalam proses perjalanannya Badan usaha milik desa itu akhirnya gulung tikar alias bangkrut di tahun yang sama
Baru pada bulan April tahun 2021 masyarakat desa Batutaga bersama pemerintah desa dan pendamping profesional (P3MD) kemudian secara musyawarah kembali mengangkat saudari Hartati Umar sebagai direktur Bumdes yang baru
Terkait hal ini, Munadir justru mempertanyakan sikap Pemdes yang pernah kecolongan di tahun sebelumnya . (IpL)












