LABUHA – Kampanye Calon Bupati Halmahera Selatan nomor urut 3, Hasan Ali Bassam Kasuba, di Desa Kuo berlangsung dengan sambutan yang istimewa.
Kedatangan Bassam Kasuba dan istrinya, Rifa’at Al Sa’adah, diiringi dengan Tarian Cakalele, sebuah tarian perang tradisional Maluku Utara yang menggambarkan keberanian dan kegagahan. Selain itu, Rifa’at ditandu sebagai bagian dari tradisi masyarakat Tobelo dan Galela (Togale).
Ketika ditanyakan mengenai alasan menandu istri Bassam, para ibu-ibu Desa Kuo menjelaskan bahwa dalam adat Togale, menantu perempuan merupakan simbol kecintaan dan penghargaan. Ini menandakan bahwa tamu yang datang bukanlah sekadar tamu biasa, tetapi sudah dianggap sebagai anak mantu, yakni anggota keluarga yang dibawa pulang oleh anak mereka.
“Bagi torang, ngoni datang bukan untuk kampanye, tapi datang bawah mohoka (anak mantu),” ungkap salah seorang ibu dengan senyum penuh arti.
Bassam, dalam orasi politiknya, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada masyarakat Kuo. Ia merasa terharu dengan penyambutan yang begitu hangat, seolah-olah ia kembali ke rumah, bukan sekadar datang sebagai seorang calon bupati.
“Terima kasih kepada keluarga Kuo yang sudah menerima kami sebagai bagian dari keluarga dengan sambutan yang penuh cinta. Saya menyadari bahwa tanpa kalian, saya bukan siapa-siapa. Hari ini, saya bangga karena keluarga Kuo tetap bersama saya,” kata Bassam dengan penuh haru.
Istri Bassam, Rifa’at Al Sa’adah, juga turut menyampaikan rasa terima kasihnya. Saat memperkenalkan diri, masyarakat langsung merespons dengan sorak sorai, menyebutnya sebagai “tong pe anak mantu,” yang semakin memperkuat ikatan keluarga antara mereka.
“Terima kasih banyak, mama, papa, oma, opa, karena sudah menerima saya sebagai bagian dari keluarga Kuo. Tolong tegur dan nasihati saya jika suatu saat saya salah,” kata Rifa’at dengan penuh rendah hati.
Kampanye ini tidak hanya memperlihatkan dukungan politik, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dan emosional antara Bassam Kasuba serta masyarakat Desa Kuo, menciptakan suasana yang sarat dengan nilai-nilai kekeluargaan dan tradisi lokal.(red)












