Bupati Halsel Jadi Narasumber Kulia Umum di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Depok

Jumat, 11 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DEPOK – Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara, Hasan Ali Bassam Kasuba, tampil sebagai narasumber utama dalam kuliah umum di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) dengan tema “The Power of Local Wisdom: Strategi Pemimpin Muda Membangkitkan Ekonomi Daerah.”

Dalam forum tersebut, Bupati Bassam Kasuba menekankan pentingnya mengangkat nilai-nilai kearifan lokal, semangat kewirausahaan, serta pemetaan potensi wilayah untuk mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutaan.

Mengawali paparannya, Bassam membagikan kisah perjalanannya menuju dunia politik. “Saya tidak pernah membayangkan menjadi kepala daerah. Awalnya saya adalah seorang wiraswasta. Politik sama sekali tidak ada dalam rencana saya,” ungkapnya.

Namun, takdir membawanya maju sebagai Wakil Bupati di usia 33 tahun, hingga kini menjabat sebagai Bupati Halmahera Selatan.
Bassam mengakui tantangan terbesar dalam memimpin Halsel adalah menyatukan keberagaman 22 etnis dengan budaya dan bahasa yang berbeda. Dari tantangan itu lahirlah semangat ‘Saruma’ sebagai simbol persatuan dan dasar pijakan pembangunan daerah.

Baca Juga :  29 Agustus Sat Lantas Mulai Operasi Patuh Kieraha di Ternate

Ia menegaskan, visi agromaritim yang diusung Pemkab Halsel menjadi strategi utama dalam mengangkat potensi lokal—mulai dari kelautan, pertanian, hingga industri strategis. “Laut mencakup 78 persen wilayah Halsel, tapi kewenangan kita terbatas. Karena itu, kita harus cerdas dalam memanfaatkan potensi laut demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Di sektor pertanian dan perkebunan, komoditas seperti kelapa dan cengkeh menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah tengah mendorong terbentuknya industri rumah tangga berbasis produk turunan kelapa, sekaligus menjalin sinergi dengan Kementerian Pertanian untuk menciptakan ekosistem usaha yang berkeadilan.

“Harga kelapa, tidak seperti sawit, belum diatur dengan baik. Ini perlu kita benahi,” tambahnya.

Sementara itu, sektor pertambangan juga mendapat sorotan, Halsel kini masuk dalam peta strategis nasional terkait hilirisasi nikel dan pengembangan industri baterai kendaraan listrik. Namun, Bassam mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya terlihat dari angka.

Baca Juga :  Hendak Musdes Pendamping Desa Hingga Pendamping Provinsi Diusir

“Tantangan kita sekarang adalah memastikan bahwa pertumbuhan ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Tidak hanya tumbuh, tapi juga merata,” ujarnya.

Sebagai strategi konkret, pemerintah mengembangkan pendekatan zonasi pembangunan berdasarkan potensi lokal. Halsel kini terbagi dalam lima zona—meliputi perikanan, perkebunan, hingga kawasan industri untuk mendorong pembangunan berbasis kekuatan wilayah masing-masing.

Untuk memperkuat konektivitas dan akses pasar, Pemkab Halsel juga menjalin kerja sama dengan Pemkot Surabaya dalam membuka jalur perdagangan langsung. Di sisi lain, kemitraan dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) ditujukan untuk penguatan kapasitas daerah, khususnya dalam pengelolaan komoditas unggulan seperti cengkeh, pala, dan kelapa secara terintegrasi.

Bassam menekankan peran penting generasi muda dalam pembangunan daerah, terlebih di tengah momentum bonus demografi. “Generasi muda adalah kekuatan utama. Jika diberi ruang dan arah yang tepat, mereka bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal,” katanya.

Baca Juga :  Periksa 7 Kades 3 Menyusul, Bupati Halsel: Terbukti Dipecat

Menutup kuliah umum, Bassam menyampaikan harapan kepada para mahasiswa yang hadir. “Saya berharap pertemuan ini bisa membangkitkan semangat kita semua untuk mulai memetakan masa depan. Karena masa depan daerah bahkan bangsa ada di tangan kalian,” tutupnya.

Berita Terkait

ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur
Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi
40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026
Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN
Terseret Kasus Jual Tanah Topsoil Polres Halsel Periksa Kades Hidayat
Uji Komitmen Kapolres Halsel Tutup Tambang Ilegal di Kali Raim Liaro
Fajri Ahmad Anak Buah Sherly di Halsel Jadi Tukang Jual Tanah Topsoil Ilegal
Tak Kantongi Izin DLH Halsel Akui Pengambilan Tanah Topsoil di Hidayat Ilegal
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:32 WIB

ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:42 WIB

Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:29 WIB

40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:20 WIB

Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN

Rabu, 29 Juli 2026 - 05:14 WIB

Terseret Kasus Jual Tanah Topsoil Polres Halsel Periksa Kades Hidayat

Berita Terbaru

Kantor DPRD Kabupaten Halmahera Selatan

Berita Terkini

ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur

Kamis, 30 Jul 2026 - 10:32 WIB

Sahmar M. Zen, Direktur PARADE Maluku Utara. foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi

Kamis, 30 Jul 2026 - 09:42 WIB

Berita Terkini

40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026

Kamis, 30 Jul 2026 - 00:29 WIB

Berita Terkini

Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN

Kamis, 30 Jul 2026 - 00:20 WIB