LABUHA – Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting kabupaten melaksanakan Rembuk stunting yang merupakan Aksi 3 dari 8 aksi konvergensi Percepatan penurunan stunting.
Halsel dengan angka stunting tertinggi ke 2 di Maluku Utara menjadikan rembuk stunting sebagai forum koordinasi, Diskusi, penguatan kapasitas intervensi berdasarkan hasil analisis situasi (aksi I) dan perencanaan program stunting ( aksi 2 ) yang melekat pada Organiasasi Perangkat Daerah yang akan dilaksanakan dalam bingkai komitmen Konsvergensi percepatan penurunan stunting Kabupaten Halsel tahun 2024.
Rembuk stunting yg dilaksanakan pada 20 Juni 2024 di Aula kantor bupati ini dibuka oleh Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba, S.PdI, M.I.Kom yang dihadiri oleh Muspida beserta istri TPPS kabupaten, kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara Nuryamin S.TP.MM, eselon 3 BKKBN pusat ketua TPPS kecamatan, ketua TP PKK kecamatan, kepala desa dan Tim pendamping keluarga (TPK) lokus stunting serta satgas Stunting BKKBN penugasan Halsel.
“Saya berharap agar dalam pembahasan program di kesempatan yang dapat memberi kontribusi nyata pada upaya percepatan pencegahan dan penanggulangan Stunting agar selalu menjadi prioritas,” kata Bupati Halsel dalam sambutannya saat membuka acara.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Halsel Rifa’at Bassam mengaku memiliki tanggung jawab moril soal Stunting. Maka dari itu mendukung penuh program percepatan perbaikan gizi 1.000 yakni HPK, Pola asuh dan perbaikan Stunting di bumi Saruma.
“Saya selaku bunda paud peduli Stunting yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Halsel memiliki tanggung jawab moril atas persoalan Stunting, yakni dengan mendukung program percepatan perbaikan gizi 1000 YAKNI HPK, Pola Asuh dan perbaikan Stunting,” tegas Rifa’at.
Adapun nara sumber pada kegiatan rembuk stunting adalah Kadis kesehatan
Asia Hasyim SKM.M.Kes, Sekretaris Bappelitbangda Martha Hadi Natha dan Kemenag Mizna Laila Albaar.
Harapan Kepala DP3AKB Apt. Karima Nasaruddin, S.Si.M.Kes selaku sekretaris TPPS dan Penanggungjawab kegiatan Rembuk Stunting menyampaikan bahwa Tahun 2024 adalah target penurunan
Stunting nasional 14 % sedangkan Halsel masih berada pada posisi 30,4 % maka KOMITMEN bersama lintas sektor melalui konvergensi penta helix harus diimplementasikan secara nyata menuju negri Saruma zero stunting.
Acara rembuk stunting ditutup dengan Penandatanganan komitmen Bersama Konvergensi Stunting 2024 dengan menggaungkan slogan Menuju Halmahera Zero 0 Stunting” dengan memakai ikat kepala dengan tujuan bahwa Halmahera Selatan sedang serius berjuang menurunkan angka stunting menyambut Indonesia emas 2045.(red)












